Ade Rai Singgung Soal 'The New Normal' Bagi Masyarakat dalam Hadapi Pandemi Corona
Instagram/ade_rai
Selebriti
Seleb vs Corona

Ade Rai juga turut merasakan dampak dari pandemi virus corona yang tengah menyerang Indonesia saat ini. Ade pun menyinggung soal 'the new normal' dalam menghadapi pandemi corona.

WowKeren - Maraknya wabah virus corona telah membuat sebagian besar masyarakat Indonesia memilih untuk mengkarantina diri di rumah. Alhasil, semua kegiatan masyarakat dilakukan di rumah seperti bekerja, sekolah, bahkan berinteraksi secara virtual dengan teman dan orang-orang terkasih.

Selain mengkarantina diri, masyarakat tentu harus tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga. Binaragawan Ade Rai juga turut menjaga kesehatan di tengah pandemi virus corona ini. Ade mengatakan bahwa memulai gaya hidup sehat adalah pencegahan dari dalam yang tak kalah penting untuk dilakukan.

"Rajin pakai masker dan cuci tangan adalah perlindungan dari luar. Perlindungan dari dalam adalah menjaga pola makannya, pola gerak, napas, dan pola pikir kita," ucap Ade dalam tayangan Meet Up With Ade Rai di siaran langsung YouTube iNews pada Selasa (19/5) kemarin.

Ade kemudian menyinggung soal "the new normal" yang seharusnya membuat masyarakat hidup lebih sehat selama atau setelah pandemi virus corona. Menurut Ade, "new normal" adalah kesempatan untuk berperilaku lebih baik lagi ke depannya.


"New normal kita harus yang menguatkan hati. Misalnya, kalau normalnya itu merokok, new normal jadi tidak merokok. Normalnya tidak berolahraga, new normal jadi rutin berolahraga," ungkap Ade.

"Normalnya pola makan sembarangan, new normal jadi lebih memilih lagi makanan yang sehat, cara penyajian, frekuensi, dan jumlah yang sesuai kebutuhan kita. Jadi, new normal adalah kesempatan untuk berperilaku lebih baik lagi ke depannya," imbuh Ade.

Selain mengubah pola kehidupan yang normal, Ade menyarankan masyarakat untuk menghindari stres. Sebab, tubuh lebih rentan mengalami peradangan sehingga penyakit yang berasal dari virus atau bakteri dapat lebih agresif menyerang tubuh ketika stres.

"Saat ini kita memang berhak merasa cemas dan takut, tetapi untuk sementara ini mari kita mencari distraksi untuk menghilangkan stres,” pungkas Ade.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts