Kalung Shut Out Buatan Jepang Bikin Geger, Benarkah Ampuh Tangkal Corona?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Ahli mengatakan jika memang kalung itu diklaim mampu melindungi penggunanya dari paparan virus corona maka harus bisa dibuktikan melalui pengujian secara klinis.

WowKeren - Jagat maya kembali diramaikan dengan perbincangan kalung virus shut out. Kalung ini diklaim mampu mencegah penggunanya tertular virus corona (COVID-19).

Kalung ini banyak dipakai oleh para figur publik seperti selebriti, influencer, hingga pengusaha. Mereka memakai kalung ini agar terhindar dari paparan virus corona.

Hong Kong Free Press melaporkan jika kalung ini diproduksi oleh salah satu perusahaan Jepang bernama Toamit. Perusahaan ini mengklaim jika secara eksperimental produk ini terbukti mampu memblokir partikel maupun bakteri yang ada di udara, termasuk juga virus epidemi.

Tentu saja hal ini menarik perhatian dari kalangan ilmuwan dan ahli kesehatan. Ahmad Utomo, Peneliti Utama di Stemcell and Cancer Institute, mengatakan jika harus ada pengujian secara ilmiah untuk bisa membuktikan klaim kalung tersebut.


"Klaim kalung shut out yang diklaim mampu menangkal penularan virus SARS-CoV-2 harus disikapi dengan hati-hati," kata Ahmad dilansir Kumparan, Selasa (19/5). "Klaim itu mesti dibuktikan secara ilmiah lewat uji klinis acak."

Manusia, pada dasarnya memiliki sugesti terhadap efek benda tertentu meski efek itu sebenarnya tidak ada. Peneliti Lembaga Eijkman, Amin Soebandrio, menilai jika manfaat kalung ini tak lebih dari klaim sepihak tanpa disertai dengan bukti yang jelas. Sebab, tidak masuk akal jika sebuah kalung mampu melindungi manusia dari paparan virus.

"Saya kira penggunaan kalung untuk melindungi penularan virus corona itu overclaim," kata Amin masih dilansir Kumparan, Rabu (20/5). "Secara logika, bagaimana membuktikan seseorang memakai kalung itu bisa terlindungi dari virus corona. Mekanismenya itu bagaimana?"

Senada, ahli virologi dan imunologi Hong Kong, Ariane Davidson, menilai jika kalung itu tak lebih dari upaya penipuan masyarakat. Ditambah lagi kalung dikenakan di leher, yang mana jauh dari pintu masuk virus ke tubuh, mulut dan hidung. "(Kalung itu) Tidak akan melakukan apa pun untuk melindungi Anda dengan menonaktifkan virus pernapasan," kata Ariane kepada Hong Kong Free Press.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts