Positif Corona, Pasien di Jakarta Ini Justru Kabur dan Nekat Mudik ke Brebes
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Seorang pasien positif COVID-19 berinisial S (44) dilaporkan kabur dan nekat mudik ke Brebes, Jateng. Gugus Tugas setempat kini sudah mengantongi 8 nama yang sempat kontak dengan S selama di Brebes.

WowKeren - Pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk tak melaksanakan mudik di tengah wabah Corona. Padahal mudik merupakan tradisi yang biasa dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri.

Namun rupanya banyak masyarakat yang tetap nekat mudik, apalagi setelah pembatasan layanan transportasi mulai dilonggarkan. Mirisnya ada satu pasien positif COVID-19 yang bergabung dalam daftar masyarakat yang berhasil mudik ini.


Dilansir dari Detik News, warga ini merupakan pedagang di DKI Jakarta yang sebelum mudik sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Kemayoran. Namun ia kemudian kabur ketika menunggu hasil swab test pada Jumat (22/5) lalu.

Pedagang itu berinisial S (44). Kini S dikabarkan telah berhasil dievakuasi oleh petugas Gugus Tugas COVID-19 ke RSUD Brebes untuk diisolasi.

"Ada laporan dari Jakarta bahwa ada orang yang seharusnya dirawat karena positif tapi hilang. Bisa dikatakan melarikan diri dari rumah sakit," jelas Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Adhi Supriadi, Senin (25/5).

S sendiri mulai masuk rumah sakit pada Rabu (20/5). Usai menjalani swab test, bukannya mengisolasi diri, S justru kabur dan tiba di Brebes pada Jumat (22/5). Padahal hasil swab test-nya keluar pada Sabtu (23/5) dan dinyatakan positif.

S pun diketahui tak melaporkan diri ke Gugus Tugas setempat usai tiba di Brebes. Bahkan S juga sempat bepergian ke beberapa tempat.

"Selain menjalin kontak dengan anggota keluarga di rumah, S ini sempat pijat dan mendatangi seseorang untuk membayar utang," tutur Adhi. "Dia juga waktu pulang satu mobil dengan empat penumpang travel lain."

Kini S pun telah dievakuasi dan menjalani perawatan isolasi di RSUD Brebes. Gugus Tugas juga sigap melakukan tugasnya menelusuri riwayat kontak S selama berada di kampung halaman.

"Tadi sudah dilakukan tracking. Kami dapat delapan nama. Tiga orang itu anggota keluarga, dan lima orang lainnya bukan keluarga," ungkap Adhi.

"Lima orang ini termasuk tukang pijat, tukang becak dan warga desa yang didatangi saat S akan membayar utang," imbuhnya. Nama ini pun belum termasuk orang-orang yang satu mobil dengan S saat mudik.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts