Paur Subbag Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi menyebut ada kemiripan antara balon udara yang jatuh di Cianjur dengan yang juga jatuh di sejumlah daerah lainnya.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 28 Mei 2020 - 11:18 WIB
WowKeren - Balon udara jatuh di Cianjur, Jawa Barat. Balon udara tersebut berisi ratusan petasan dan diduga terbawa angin dari Jawa Timur.
Sebab, ada kemiripan antara balon udara yang jatuh di Cianjur dengan balon udara yang juga jatuh di sejumlah daerah lainnya seperti Solo dan Semarang. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Paur Subbag Humas Polres Cianjur Ipda Ade Novi.
"Ada kemiripan dari ukuran dan motifnya dengan balon udara di Jatim," kata Ade dilansir detikcom, Kamis (28/5). Ada garis berwarna jingga di balon udara transparan tersebut. Kemungkinan dari sana (Jatim) terbawa angin ke Cianjur."
Meski demikian, Ade mengatakan jika polisi masih terus mengumpulkan informasi untuk memastikan asal-usul balon udara tersebut. Sebab, balon udara semacam ini dianggap membahayakan.
Untuk itu, polisi tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. "Kami masih dalami, tapi mungkin saja sama dengan yang di Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Terbawa angin hingga Cianjur, apalagi ada kemiripan," tutur Ade.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiiska (BMKG) Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan jika melihat waktu jatuhnya balon udara, angin umumnya bertiup dari arah tenggara menuju utara. "Angin umumnya bertiup dari arah tenggara, untuk 25 Mei dan saat hari raya Idul Fitri," kata dia masih dilansir detikcom.
Meski demikian, masih belum bisa dipastikan jika sejumlah balon udara tersebut memang berasal dari lokasi yang sama lalu tertiup angin hingga terbawa ke daerah selain Cianjur. Untuk menganalisa lebih lanjut perlu melihat lebih lanjut tentang ukuran maupun faktor teknisi balon udara itu sendiri.
"Kalau ini saya gak punya datanya," kata Tony. "Harus dilihat ukuran balon, dan faktor teknis dari balon itu sendiri. BMKG hanya menyampaikan data Arah Angin."
Sementara itu, pihak-pihak yang menerbangkan balon udara liar bisa mengancam keselamatan penerbangan. Sehingga apa yang mereka lakukan berpotensi dijerat pasal.
(wk/zodi)