Adik Syahrini Beri Pesan Ini Saat Bertemu Pelaku Penyebar Hoaks Video Mesum Sang Kakak
WowKeren/Fernando
Selebriti
Skandal Video Syur Syahrini

Pelaku yang menyebarkan video mesum mirip Syahrini telah ditangkap oleh polisi. Syahrini yang diwakilkan oleh sang adik buka suara mengenai penangkapan pelaku.

WowKeren - Belum lama ini, polisi telah mengamankan pelaku yang menyebarkan video mesum mirip Syahrini. Pelaku berinisial MS yang juga pemilik akun @danunyinyir99 ditangkap polisi di Kediri, Jawa Timur, pada 19 Mei lalu.

Saat menggelar jumpa pers di Polda Metro Jaya, polisi mengungkapkan bahwa MS sudah mengakui perbuatannya. Motif MS untuk menyebarkan hoaks pun terungkap bahwa ia membenci Syahrini lantaran dianggap merebut Reino Barack dari sang mantan kekasih, Luna Maya.


Polisi pun masih mendalami motif MS untuk menyebarkan hoaks diduga karena ada pihak yang menyuruhnya. Atas perbuatannya, MS dijerat dengan Pasal 27 jo Pasal 45 Undang-undang ITE (UU) dan Pasal 4 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

"Ini sementara masih kita dalami. Benci bukan karena followers-nya diambil. Dia adalah salah satu penggemar dari publik figur lain yang punya masalah sama ibu Syahrini," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus dalam jumpa pers yang dihadiri WowKeren pada Kamis (28/5). "Menuduh bahwa korban (Syahrini) ini mengambil orang terdekat artisnya. Ancaman hukuman 12 tahun dan denda Rp250 juta."

Menanggapi hal tersebut, adik Syahrini sekaligus sang manajer, Aisyahrani turut buka suara. Rani yang berada dalam satu tempat dengan MS hanya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian

"Saya betul-betul mengucapkan terima kasih kepada polisi. Saya tidak banyak bicara, hanya ingin berterima kasih," ujar Rani dalam kesempatan yang sama. "Saya ingin menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya, khususnya kepada Dirkrimsus Polda Metro Jaya. Saya buat laporan karena dasarnya suami dari Syahrini yang mau melaporkannya."

Polisi pun memberikan pesan kepada masyarakat, agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial jika tak ingin terjerat UU ITE. Termasuk saat membagikan hal yang masih belum diketahui kebenarannya agar dicek terlebih dahulu.

"Satu pesan edukasi kepada para saudara kita yang berkompromi bermain media sosial. Pertama dicek, disaring jangan langsung main share. UU ITE ancamannya cukup tinggi tanpa ia sadari," tutur Yusri. "Kemudian harus konfirmasi terlebih dahulu apakah benar atau tidak. Jadi betul-betul berita yang di-share itu yang bisa dipertanggungjawabkan."

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts