Rahmawati Kekeyi Depresi Usai Lagu di-Take Down, Aksi Curhat Dicibir Karma Honor 200 Ribu
Selebriti
Kontroversi Lagu Kekeyi

Rahmawati Kekeyi sempat menyelipkan curhatan tentang kondisi dirinya yang deg-degan dan tertekan. Ia meminta netizen untuk tak mengganggu dan memberinya kesempatan menenangkan diri.

WowKeren - Rahmawati Kekeyi jadi sorotan karena lagunya di-Take Down. Ini imbas dari dugaan kalau lagu Kekeyi, "Keke Bukan Boneka", dianggap menjiplak lagu Rini Wulandari, "Aku Bukan Boneka".

Kekeyi agaknya terpukul dan mengunggah curhatan di InstaStory. Ia berharap agar diberi waktu untuk menyendiri dan menenangkan diri.

Kekeyi juga mengakui kalau ia merasa tertekan dan deg-degan. Ia meminta agar netizen tak terus mengganggunya.

Rahmawati Kekeyi Tertekan

(Sumber: IG rahmawatikekeyiputricantikka23)

"Saat ini aku ingin belajar ikhlas dan aku belajr untuk menerima. Serta aku ingin menghilangkan traumaku," ujar Kekeyi. "Karena sudah satu minggu aku dalam rasa deg-degan yang teramat sangat. Biarkan aku termenung dulu. Jangan ganggu aku sahabat."


Sebagian netter mencibir curhatan Kekeyi. Pasalnya ia menyisipkan curhatan itu di salah satu video endorse. Netter pun meledek Kekeyi kena karma karena hanya membayar kolaboratornya senilai Rp200 ribu.

"Itu karma key ,Makanya key jangan bayar orang seenaknya, kamu harus tau jerih payahnya mereka ,harus bisa menghargaai," kata netter. "Yhahahaha kena takedown karma bayar 200ribu," cibir netter.

Meski begitu, Kekeyi tetap mendapat dukungan dari para penggemarnya. Mereka berharap Kekeyi tabah dan menjadikan masalah ini sebagai pelajaran agar bisa lebih baik lagi.

"Yaudah kekeyi, anggaplah ini tegoran buat lu supaya ngk berulah lagi. Jadiin ini hidayah buat lu, biar bisa jadi manusia yg lebih baik dikit," saran netter. "Nge endorse tapi nyelipin pesan 1 frame di awal, yang tabah ya," ujar netter.

Sebelumnya, kejiwaan Kekeyi yang sukses dadakan berkat debut "Keke Bukan Boneka" sempat dianalisa oleh psikolog. Menurut psikolog, Kekeyi sangat berambisi untuk mengejar popularitas tapi tak mempertimbangkan akibatnya.

"Dia hanya mengejar suatu popularitas saja," kata Maya Savitri. "Dia tidak memikirkan dampak, karena dari segi perilaku kan dia tidak mencerminkan usianya. Sementara, orang-orang di belakangnya memanfaatkan itu."

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts