Buntut Ancaman Adik Kim Jong Un, Korsel Janjikan Hal Ini Pada Korut
Dunia

Imbas dari ancaman adik Kim Jong Un membuat Korea Selatan berencana membuat UU baru terkait larangan kepada aktivis pembelot Korut yang kerap menerbangkan balon berisi selebaran anti-Pyongyang di perbatasan dua negara.

WowKeren - Adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yaitu Kim Yo Jong pada hari Kamis (4/6) dikabarkan memberi ancaman kepada Korea Selatan. Tindakan tersebut dilakukannya lantaran Korsel diduga membiarkan gerakan pembelot anti-Pyongyang.

Akibatnya, wanita tersebut mengancam akan memutuskan perjanjian militer dengan Korsel begitu pun akan menutup kantor penghubung di perbatasan mereka jika Korsel gagal menghentikan para pemrotes yang menebar pesan anti-Pyongyang.

Perlu diketahui, para mengirim balon melintasi perbatasan adalah agenda umum bertahun-tahun. Namun, Korea Utara menganggap aksi itu sebagai serangan terhadap pemerintahan mereka.

Para pembelot dan aktivis dalam beberapa pekan terakhir menggunakan balon itu untuk menerbangkan selebaran yang mengkritik pemimpin otoriter Korea Utara, Kim Jong Un atas ambisi nuklirnya dan atas catatan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan.

Dalam pernyataannya yang dirilis melalui media pemerintah, Kim Yo Jong menyebut para pembelot yang terlibat dalam peluncuran balon dengan sebutan 'sampah manusia' dan 'anjing mongrel' yang mengkhianati tanah air dan mengatakan bahwa sudah saatnya Korut membawa pertanggung jawaban pemilik mereka, yakni menuntut pemerintah Korsel.


Tak ingin terlibat persoalan lebih dalam, pihak Korsel pun berencana akan membuat Undang-undang baru terkait larangan kepada aktivis pembelot yang kerap menerbangkan balon berisi selebaran anti-Pyongyang di perbatasan dua negara tersebut.

Juru bciara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Yoh Sang Key mengatakan kampanye balon itu mengancam keselamatan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan dan bahwa pemerintahnya akan mendorong perubahan hukum secara fundamental.

Ketika ditanya apakah Kementerian Unifikasi akan secara khusus menyatakan penyesalan terhadap ancaman Korea Utara yang membatalkan perjanjian internal Korsel-Korut, Yoh mengatakan, "Kami akan mengganti pernyataan evaluasi (Korut) kami dengan pengumuman posisi pemerintahan (akan masalah ini)."

Partai liberal Korea Selatan yang berkuasa dan partai satelitnya memiliki 180 kursi di 300 kursi Majelis Nasional setelah memenangkan pemilihan April, memberikannya mayoritas kuat untuk memenangkan persetujuan atas proposal di parlemen. Seorang pejabat anonim dari kantor kepresidenan Seoul mengatakan peluncuran balon itu "membahayakan dan tidak baik" dan bahwa pemerintah akan "merespons dengan tegas" aktivitas yang mengancam keamanan.

Sebelumnya, pada tahun 2014 sila, para tentara saling tembak setelah aktivis Korea Selatan merilis balon propaganda di Zona Demiliterisasi, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan. Pengecaman terbaru Korea Utara atas protes balon itu menyusul berbulan-bulan kefrustrasian atas keengganan Korea Selatan untuk menentang sanksi internasional pimpinan-AS terhadap Korea Utara.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts