Presiden Brasil Jair Bolsonaro Ancam Ikuti Jejak AS Hengkang dari WHO Usai Dikritik Soal Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Ancaman itu diungkapkan setelah WHO memperingatkan pemerintah tiap negara atas risiko mencabut karantina wilayah sebelum memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19).

WowKeren - Presiden Jair Bolsonaro mengancam untuk menarik keluar Brasil dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ancaman itu diungkapkan setelah WHO memperingatkan pemerintah-pemerintah atas risiko mencabut karantina wilayah sebelum memperlambat penyebaran virus corona (COVID-19). Diketahui, Brasil sendiri menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia.

Catatan tertinggi baru Brasil untuk korban tewas akibat corona telah melewati yang terjadi di Italia pada Kamis (4/6) lalu. Kendati demikian, Presiden Bolsonaro terus mendesak untuk mencabut lockdown secepatnya, serta mengatakan bahwa perekonomian negara jauh lebih penting.

Terkait masalah ini, juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan kriteria kunci mencabut karantina wilayah adalah penularan yang melambat. Harris mengatakan di antara enam kriteria terpenting untuk melonggarkan karantina salah satunya adalah secara ideal penularan mengalami penurunan.

"Epidemi, wabah, di Amerika Latin sungguh memprihatinkan," katanya dalam konferensi pers di Jenewa.

Menanggapi pernyataan WHO, Bolsonaro lantas berkomentar bahwa Brasil akan mempertimbangkan meninggalkan organisasi tersebut kecuali bila badan PBB itu berhenti menjadi satu "organisasi politik yang berpihak". Pernyataan Bolsonaro ini tentu saja serupa dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Donald Trump yang mengakhiri hubungannya dengan WHO bulan lalu, dan menyebut badan tersebut adalah boneka Tiongkok.


Penolakan Bolsonaro atas risiko corona terhadap kesehatan masyarakat dan upaya untuk mencabut karantina negara bagian mengundang kritik dari berbagai kalangan di Brasil, yang sebagian menuduhnya memanfaatkan krisis untuk merongrong lembaga-lembaga demokratis.

Saat banyak gubernur berjuang untuk menerapkan langkah-langkah penekanan penyebaran di daerahnya masing-masing, Bolsonaro justru mendesak agar bisnis-bisnis berjalan kembali.

Presiden Jair Bolsonaro bahkan kerap berselisih dengan para gubernur negara bagian dalam beberapa pekan belakangan terkait aturan karantina wilayah. Ia menyebut bahwa penguncian wilayah justru menimbulkan lebih banyak kerugian dibandingkan penyakit COVID-19 sendiri.

Di sisi lain, selama ini Jair Bolsonaro memang dikenal selalu menyampaikan pernyataan kontroversial terkait pandemi virus corona di negaranya. Bahkan Bolsonaro pernah mengatakan langkah-langkah jarak sosial tidak perlu dilakukan agar tak memberi dampak negatif terhadap ekonomi.

Sebagai informasi tambahan, Amerika Latin masih menjadi wilayah paling terdampak pandemi virus corona. Awal pekan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Amerika Latin sebagai "zona merah" penularan virus corona. Badan PBB itu pun mendesak solidaritas dan dukungan dunia bagi Amerika Latin untuk mengatasi pandemi.

Direktur Kasus Darurat WHO Michael Ryan menyebutkan empat dari 10 negara di dunia dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi berada di Amerika Latin. Pandemi itu telah merenggut lebih dari 386 ribu nyawa di seluruh dunia, dengan total kasus mencapai lebih dari 6,5 juta, dan lebih dari 2,8 juta orang sudah dinyatakan pulih.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts