Jurus Singapura Buka Mal di Tengah Pandemi: Gunakan Robot Hingga Lift Tanpa   Kontak
Dunia
Pandemi Virus Corona

Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan First Insight, lebih dari setengah (65 persen untuk wanita dan 54 persen untuk pria) responden mengaku tidak akan merasa aman kala mencoba pakaian di ruang ganti mal karena pandemi corona.

WowKeren - Singapura diketahui telah mengakhiri masa lockdown pada 2 Juni 2020 lalu. Kini mereka bersiap-siap menuju ke Fase 2 yang diperkirakan akan dimulai sebelum akhir bulan Juni ini.

Di Fase 2 ini, toko ritel dan penyedia jasa akan diizinkan untuk kembali beroperasi. Hal ini berarti mal-mal di Singapura akhirnya akan dibuka kembali.

Meski demikian, tidak semua warga Singapura akan langsung berduyun-duyun memadati mal karena masih adanya kekhawatiran terhadap pandemi corona (COVID-19). Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan analitik prediktif ritel First Insight, lebih dari setengah (65 persen untuk wanita dan 54 persen untuk pria) responden mengaku tidak akan merasa aman kala mencoba pakaian di ruang ganti mal karena pandemi corona.

Hal ini membuat pengembang real estat CapitaLand dan Frasers Property memanfaatkan teknologi untuk mempersiapkan pembukaan kembali mal dengan aman. Yang pertama adalah penggunaan robot untuk melakukan disinfeksi UV.

Frasers Property Retail telah mengumumkan kolaborasi dengan PBA Group untuk menjadi operator mal pertama di Singapura yang meluncurkan robot otonom mobile desinfektan UV pada April 2020 lalu. Robot bernama Sunburst UV Bot tersebut dilengkapi dengan kamera, sensor bawaan, perangkat lunak, dan modul lampu ultraviolet-C yang memancarkan sinar UV-C yang kuat untuk membasmi virus.


Adapun Bot UV pertama telah diluncurkan di Northpoint City. Nantinya, 10 Bot UV lainnya akan diluncurkan ke mal lain pada akhir bulan ini.

Setelah itu, ada tikar lantai disinfektan. Cairan disinfektan akan dituangkan di atas tikar lantai, dengan demikian alas kaki pengunjung mal otomatis akan dibersikan kala menginjak tikar tersebut.

Para pengunjung lantas dapat mengeringkan alas kaki mereka di atas tikar kering yang tersedia. Nantinya, tikar disinfektan ini akan ditempatkan di pintu masuk utama, serta diganti dan dibersihkan dua kali sehari.

Tak hanya itu, ada pula teknologi lift tanpa kontak yang meminimalkan risiko penularan COVID-19. The [email protected]rchard akan menjadi mal pertama di Singapura yang mencoba sistem aktivasi lift tanpa kontak dan juga disinfeksi pegangan eskalator secara otomatis.

Nantinya, perangkat Ultra UV akan dipasang di sistem eskalator dan pegangannya akan didesinfeksi secara otomatis kala eskalator sedang digunakan. Sementara 2 list di mal tersebut akan dilengkapi oleh perangkat registrasi kode QR, yang memungkinkan pengunjung untuk memindai kode QR dan mengaktifkan lift tanpa harus menekan tombol lift.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts