Terapkan New Normal, Pekerja Hiburan Malam di Tokyo Bakal Dites Virus Corona
Dunia

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike meminta agar para pekerja hiburan malam untuk mengikuti tes virus corona pada masa new normal. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya gelombang kedua di Negeri Sakura tersebut.

WowKeren - Jepang telah menerapkan era normal baru (new normal) usai kurva kasus corona (COVID-19) di Negeri Matahari Terbit tersebut menurun. Bahkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe langsung mencabut status darurat nasional pandemi virus corona lebih cepat beberapa waktu lalu.

Saat ini, Pemerintah Metropolitan Tokyo akan meminta para pekerja hiburan malam untuk mengikuti tes virus corona. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Tokyo, Yuriko Koike pada Minggu (7/6) lalu.

Menurut Koike, peraturan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah baru yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus di area hiburan malam besar di Tokyo, seperti distrik Kabukicho di Shinjuku. Pasalnya, sejak aturan untuk membatasi bisnis hiburan dicabut akhir bulan lalu, beberapa kasus COVID-19 baru terkonfirmasi terhubung dengan host club, tempat di mana wanita menghabiskan waktunya dengan minum dan membayar ikemen (pria tampan) untuk menemani mereka.

Dimana pada Sabtu lalu, pemerintah Jepang kembali melaporkan 26 kasus positif baru, dengan 12 orang di antaranya merupakan pegawai pria berusia sekitar 20 dan 30 tahunan yang bekerja di sebuah host club di Shinjuku. Empat orang lainnya juga juga diduga masih berhubungan dengan bisnis hiburan malam.


Seperti yang diketahui, dicabutnya status darurat nasional artinya sejumlah bisnis dan fasilitas umum seperti bioskop, gym, dan tempat-tempat kursus kembali di buka. Pembukaan ini tentunya membuat Koike kembali mengeluarkan peringatan waspada di Tokyo karena adanya tanda-tanda kemungkinan gelombang kedua wabah kembali datang.

Diketahui, kota dengan 4 juta penduduk tersebut telah memetakan 3 tahap untuk melonggarkan pembatasan, fase pertama dengan membuka museum, sekolah, dan beberapa fasilitas olahraga, sementara karaoke box dan bar akan kembali dibuka pada tahap ketiga. Namun, semua bisnis yang mengharuskan adanya jarak dekat, dilakukan di tempat sepi, dan kontak super dekat, termasuk klub malam dan venue live music tidak masuk ke dalam tahap 3.

Meski begitu, karena pembatasan tersebut tidak bersifat wajib, masih ada beberapa tempat hiburan malam “bandel” di Kabukicho dan beberapa area lain yang masih dibuka, dengan para pemilik yang mengatakan bahwa mereka terpaksa melakukan ini karena tidak ingin makin rugi.

Sementara itu, Jepang sendiri hingga hari ini (9/6) telah mencatat adanya total 17.174 kasus positif virus corona menurut data worldofmeter. Dengan jumlah kasus meninggal sebanyak 916 orang dan yang sembuh 15.148 orang.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait