Capres AS Joe Biden Temui Keluarga George Floyd, Trump Kembali Kena Sindir
Getty Images
Dunia

Kunjungan Biden ini membuat publik menyoroti sikap Presiden Donald Trump yang hingga kini belum juga mengunjungi TKP maupun menyambangi keluarga mendiang George Floyd.

WowKeren - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat sekaligus Kandidat Presiden AS 2020, Joe Biden, menemui keluarga mendiang George Floyd, seorang warga sipil kulit hitam yang tewas oleh polisi Minneapolis. Pertemuan yang dilakukan di Houston tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam pada Senin (8/6) waktu setempat.

Dilansir dari CNN, pengacara keluarga Floyd, Benjamin Crump, mengungkap pertemuan tersebut dalam akun resmi Twitter miliknya. Crump mengungkap Biden telah mendengarkan rasa sakit keluarga Floyd. "Dia mendengarkan, mendengar rasa sakit mereka, dan berbagi dalam kesengsaraan mereka," tulisnya.

Kunjungan Biden ini membuat publik menyoroti Presiden Donald Trump, yang hingga kini belum juga mengunjungi TKP maupun menyambangi keluarga George Floyd. Lazimnya Presiden AS berkunjung ke tempat kejadian perkara yang menjadi sorotan nasional. Presiden juga biasanya mendengarkan aspirasi penduduk setempat yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

Akan tetapi, Trump memutuskan menyampaikan rasa simpati dari Gedung Putih di Washington D.C., yang dijaga ketat aparat keamanan, usai terjadi bentrokan dengan massa demonstran dua pekan lalu. Bahkan dia menyinggung nama Floyd dalam kegiatan yang tengah membahas soal lapangan kerja di AS. Selain itu, Trump hanya mengumpulkan para pimpinan lembaga penegak hukum, termasuk sheriff dan kepala kejaksaan yang secara terbuka mendukung partai Republik.


Hal tersebut lantas menuai kritik. Sebab, Wakil Presiden AS, Mike Pence, mencoba terlibat menenangkan keadaan dengan menemui para tokoh-tokoh masyarakat kulit hitam, tetapi tidak menyertakan keluarga Floyd atau para aktivis yang menggalang unjuk rasa Black Lives Matter.

Tokoh kulit hitam yang diundang ke Gedung Putih juga hanya memiliki pandangan politik konservatif. Bahkan seorang tokoh kulit hitam, Candace Owens, mengatakan Floyd adalah seorang penjahat hingga ajal menjemput dan tidak pantas dianggap sebagai martir karena bukan merupakan pribadi yang baik.

Seperti yang diketahui, warga Amerika marah akibat kematian George Floyd, seorang warga kulit hitam yang tewas akibat ulah polisi kulit putih Minneapolis. Mereka turun ke jalan dan menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut keadilan.

Kematian Floyd dinilai menjadi puncak amarah warga Amerika terkait diskriminasi dan sikap rasisme yang sistematis, terutama terhadap perlakuan aparat kepada warga kulit hitam dan minoritas.

Aksi protes pertama kali pecah di Minneapolis sehari setelah kematian Floyd hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru AS. Demonstrasi dan gerakan solidaritas untuk Floyd dan anti-rasisme secara keseluruhan bahkan turut berlangsung di sejumlah negara Eropa, Amerika Latin, hingga Asia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait