MenKes Nigeria mengatakan semua pasien meninggal setidaknya dalam hitungan lima pekan. Ada 979 orang termasuk petugas kesehatan dan pejabat tinggi yang meninggal karena penyakit misterius.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 09 Juni 2020 - 18:38 WIB
WowKeren - Dunia saat ini masih dihantam dengan pandemi virus corona (COVID-19) yang menjangkit lebih dari 7 juta jiwa dan menewaskan sebanyak lebih dari 400 ribu orang. Namun belum berakhir pandemi ini, tercatat ada 979 orang termasuk petugas kesehatan dan pejabat tinggi di Negara Bagian Kano, Nigeria, yang meninggal dunia karena penyakit misterius.
Menteri Kesehatan Nigeria, Osagie Ehanire, mengatakan semua pasien meninggal setidaknya dalam hitungan lima pekan. Dilansir dari Anadolu Agency pada Selasa (9/6), Ehanire mengatakan bahwa berdasarkan laporan terbaru rata-rata yang meninggal berusia di atas 65 tahun. Ia juga mengatakan, pemerintah Nigeria mengklaim penyakit misterius ini bukanlah COVID-19.
Kendati demikian, banyak yang menduga bahwa penyakit tersebut adalah corona meski menunjukkan gejala yang sedikit berbeda. Nigeria sendiri telah mencatatkan sebanyak 12,801 kasus COVID-19 dengan jumlah kematian sebanyak 361 pasien. Sedangkan 4,040 pasien dikonfirmasi sembuh dan kasus aktif di negara tersebut menyentuh angka 8,400.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja menyatakan bahwa situasi pandemi virus corona semakin memburuk di seluruh dunia. WHO mencatat jumlah tertinggi infeksi virus corona baru setiap hari.
WHO memperingatkan bahwa pandemi virus corona belum mencapai puncaknya, karena jumlah kasus harian secara global masih meningkat. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak seluruh negara untuk melanjutkan upaya penanggulangan.
"Pandemi telah berlangsung selama lebih dari enam bulan, belum saatnya bagi negara mana pun untuk melepaskan diri," ujar Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual pada Selasa (9/6). "Meskipun situasi di Eropa membaik, secara global keadaannya memburuk."
Ghebreyesus menambahkan lebih dari 100 ribu kasus baru telah dilaporkan sepanjang sembilan dari 10 hari terakhir. "Kemarin, lebih dari 136.000 kasus dilaporkan, paling banyak dalam satu hari sejauh ini," ungkapnya.
Virus corona telah menewaskan lebih dari 403 ribu orang dari setidaknya tujuh juta yang terinfeksi sejak wabah itu muncul di Tiongkok pada Desember lalu. Setelah Asia Timur, Eropa sempat menjadi pusat penyakit. Namun, kini pusat penyebaran virus corona telah berpindah ke Amerika.
Dia mengatakan bahwa hampir 75 persen kasus datang dari 10 negara, kebanyakan di Amerika dan Asia Selatan. Ghebreyesus mengatakan bahwa di negara-negara di mana situasinya membaik, ancaman terbesar adalah rasa puas diri. Pasalnya, kebanyakan orang secara global masih rentan terhadap infeksi.
"Lebih dari enam bulan dalam pandemi ini, sekarang bukan saatnya bagi negara mana pun untuk melepas pijakannya," imbuhnya.
(wk/luth)