Inditex selaku perusahaan yang menaungi Zara, melaporkan bahwa mereka merugi pada kuartal pertama sebagai dampak pandemi COVID-19 yang telah menghambat omzet perusahaan.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 11 Juni 2020 - 14:00 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) benar-benar memengaruhi banyak sektor industri. Bahkan wabah ini juga membuat sejumlah sektor lumpuh total, yang pada akhirnya berakibat pada kelangsungan bisnis maupun nasib para pekerja. Salah satunya adalah Zara yang dilaporkan telah menutup sekitar 1,200 gerai mereka akibat pandemi ini.
Dilansir dari Wall Street Journal pada Kamis (11/6), Inditex selaku perusahaan yang menaungi Zara, melaporkan bahwa mereka merugi pada kuartal pertama sebagai dampak pandemi COVID-19 yang telah menghambat omzet perusahaan. Disebutkan bahwa kerugian bersih mencapai angka Rp 6,4 triliun.
Sebagai buntut dari kerugian itu, pemilik Zara akan menutup sejumlah toko yang tersebar di berbagai dunia. Inditex berencana menutup antara 1,000 sampai 1,200 toko yang lebih kecil.
Disebutkan pula bahwa penutupan akan diprioritaskan pada wilayah Asia dan Eropa. Tak hanya toko Zara, tapi juga Pull & Bear, Bershka dan Massimo Dutti. Namun di samping itu mereka juga berencana membuka 450 toko baru lainnya.
Pada Rabu (10/6), omzet perusahaan anjlok menjadi 3,3 miliar euro dari hampir 6 miliar euro pada kuartal pertama tahun lalu. Meskipun selama kuartal ini sebenarnya Inditex mengalami peningkatan penjualan online sebesar 50 persen.
Dengan ditutupnya lebih dari 1,000 toko, Zara bertujuan lebih memprioritaskan sistem belanja online. Inditex yang dikepalai pendirinya, Amancio Ortega, menyebut akan fokus meningkatkan penjualan online di tengah situasi perekonomian yang serba tak menentu akibat wabah virus ini.
Sementara itu, Zara sendiri bisa dibilang sebagai salah satu pelopor tren gaya busana masa kini. Retailer asal Spanyol ini pun pernah berada di urutan kedua sebagai Brand Paling Bernilai di Dunia Fashion pada 2019 lalu.
Posisinya hanya satu angka lebih rendah di bawah label kenamaan Nike. Zara bahkan mengalahkan kompetitor Nike, Adidas, yang menempati posisi tiga. Pada tahun 2019 lalu, nilai brand Zara ditaksir mencapai USD 22,6 miliar atau sekitar Rp 318 triliun.
Dengan ini, maka Zara akan menyusul sejumlah brand kenamaan lainnya yang lebih dulu menutup gerai sebagai dampak dari pandemi corona. Salah satunya adalah brand pakaian dalam populer, Victoria's Secret, yang menutup sekitar 250 gerai mereka pada bulan Mei lalu setelah melaporkan penurunan penjualan hingga 46 persen.
(wk/luth)