Menteri Kesehatan Ghana Positif Terinfeksi COVID-19
Getty Images
Dunia

Ghana menjadi salah satu negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di kawasan Afrika Selatan. Kendati demikian, Ghana telah melakukan lebih banyak tes per juta orang dibandingkan dengan negara-negara lain di Afrika.

WowKeren - Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, mengatakan Menteri Kesehatan Kwaku Agyeman Manu positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Kendati demikian, Menkes Ghana tersebut dilaporkan dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan khusus.

"Mari kita doakan kesehatan menteri pekerja keras kita, Kwaku Agyeman Manu, agar lekas sembuh dari virus tersebut, yang tertular saat menjalankan tugas," kata Akufo-Addo saat melakukan siaran memperbarui informasi tentang kondisi terbaru pandemi COVID-19 di Ghana.

Selain memberikan informasi terkait Menteri Kesehatan Ghana yang terpapar COVID-19, Akufo-Addo juga mengumumkan bahwa siswa tahun terakhir tingkat menengah dan mahasiswa akan kembali ke kelas mulai Senin (15/6) saat negara Afrika Barat tersebut mengejar penghapusan pembatasan, yang diberlakukan untuk menekan pandemi.

Hingga kini Ghana mencatat 11,964 kasus COVID-19, salah satu yang tertinggi di kawasan Afrika Selatan. Kendati demikian, Akufo-Addo mengklaim Ghana telah melakukan lebih banyak tes per juta orang dibandingkan dengan negara-negara lain di Afrika.

Diketahui, Ghana juga menjadi negara yang paling banyak melakukan tes COVID-19 di benua tersebut, dengan 254,331 tes dan termasuk yang memiliki jumlah kematian akibat COVID-19 terendah.


Menurut Akufo-Addo, dengan 54 kematian yang dilaporkan hingga kini di Ghana, rasio kematian dengan kasus positif mencapai 0,4 persen, dibanding rata-rata global 5,5 persen, dan rata-rata Afrika 2,6 persen.

"Penerapan strategi pelacakan, pengujian dan pengobatan kami merupakan cara kami yang paling pasti untuk mengusir virus corona," kata Akufo-Addo.

Sang Presiden juga mengumumkan bahwa protokol kesehatan dan jaga jarak masih terus ditetapkan meskipun lockdown mulai dilonggarkan. Akufo-Addo menyebut bahwa pelonggaran penguncian wilayah juga berkali di dua kota besar Ghana, Accra and Kumasi. Pelonggaran ini diberlakukan meski kasus infeksi di dua kota tersebut cukup tinggi lantaran takut lockdown berkepanjangan di Acrra dan Kumasi akan berdampak pada ekonomi nasional.

Sejauh ini Ghana mencatatakan 11,964 kasus dengan 54 kematian yang dikonfirmasi. Pasien sembuh di negeri Ginseng tersebut mencapai 4,258, dan kasus aktif hanya sebanyak 7,652 jiwa.

Sementara itu, secara global pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 8,1 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 439 ribu, dan pasien sembuh menyentuh angka 4,2 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 3,471,541 pasien.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait