Terus Jadi 'Peringkat 1', JK Ramal Kasus Corona di Jatim Bisa Salip DKI Dalam Seminggu
Instagram/jusufkalla
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sudah 3 hari berturut-turut ini Jatim menjadi 'penyumbang' terbesar kasus positif Corona dengan rerata sampai 200 orang. Karenanya JK memprediksi Jatim bisa menjadi 'peringkat 1' RI dalam sepekan.

WowKeren - Rasanya tak salah apabila saat ini Jawa Timur dilabeli sebagai episentrum wabah virus Corona. Bahkan selama beberapa hari terakhir provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu terus menjadi "peringkat satu" dari segi jumlah kasus harian.

Dan atas fakta itulah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memprediksi situasi di Jatim bisa semakin memburuk ke depannya. Dan bahkan ada dugaan bahwa jumlah kasus positifnya bisa menyalip DKI Jakarta hanya dalam tempo satu pekan ke depan.


JK mendasarkan ucapannya ini pada perbedaan penambahan kasus positif Corona kedua provinsi. Sebab kendati sama-sama masih mencatatkan penambahan kasus positif, jumlah di DKI Jakarta cenderung lebih terkendali sementara Jatim terus merangkak naik.

"Dalam waktu seminggu kalau itu (pertambahan kasus Corona) berlangsung terus, Jawa Timur bisa lebih tinggi daripada Jakarta," beber JK di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6). "Jakarta mulai cenderung stabil turun, ini (Jatim) naik."

"Tiap hari ada perbedaan 150 (kasus positif virus Corona) rata-rata," imbuh Wakil Presiden ke-12 itu, seperti dikutip dari CNN Indonesia. "Lebih tinggi Jawa Timur."

Oleh karenanya, JK pun berharap supaya Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintah Kota Surabaya, dan masyarakat bekerja sama untuk menuntaskan wabah. Sebab diperlukan langkah sistematik yang dipatuhi bersama agar bisa mengendalikan penularan virus Corona.

Selain itu, setiap komponen baik di pemerintahan maupun masyarakat sipil harus saling berkoordinasi dan sinergis bergerak supaya bisa mengendalikan pandemi COVID-19. Sebab tanpa koordinasi yang baik justru tak ada hasil positif yang bisa dipetik.

"Karena itu kita harus bersama-sama mencegah itu. Gubernur bekerja luar biasa, wali kota bekerja keras," ujarnya. "Tapi perlu sistematik, terkoordinasi."

"Tanpa koordinasi, bagaimana cara (menurunkan kurva kasus)," imbuhnya. "Siapa yang mencegahnya, bagaimana tanggung jawab masyarakat, menindaknya."

Sebagai informasi, setidaknya sudah tiga hari belakangan ini Jatim menjadi "penyumbang" terbesar kasus positif COVID-19 di Indonesia. Yakni sebanyak 196 pada Minggu (14/6), 270 pada Senin (15/6), dan 245 pada Selasa (16/6).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts