Kedua pihak mengatakan sepakat untuk menurunkan tensi di lapangan dalam waktu dekat dan menjaga perdamaian di daerah perbatasan sesuai kesepakatan yang sejauh ini telah dicapai oleh kedua negara.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 18 Juni 2020 - 07:14 WIB
WowKeren - Menteri Luar Negeri Tiongkok dan India melakukan pembicaraan lewat telepon untuk membahas bentrokan yang terjadi di Lembah Galwan, timur Ladakh, perbatasan Himalaya pada Senin (15/6) waktu setempat. Dalam pembicaraan telepon tersebut, kedua pihak sepakat untuk meredakan ketegangan sesegera mungkin dan menempuh jalan damai.
Dilansir dari CNN pada Kamis (18/6), Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu India, Subrahmanyan Jaishankar, menyerukan komitmennya untuk menjaga perdamaian di daerah perbatasan. Kedua pihak mengatakan sepakat untuk menurunkan tensi di lapangan dalam waktu dekat dan menjaga perdamaian di daerah perbatasan sesuai kesepakatan yang sejauh ini telah dicapai oleh kedua negara.
Kendati demikian, Wang Yi menuntut India melakukan penyelidikan mendalam atas bentrokan tersebut. Tiongkok juga meminta agar India bertanggung jawab dan menghentikan semua upaya provokasi agar bentrokan serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
"India tidak boleh salah menilai situasi saat ini, dan tidak boleh meremehkan upaya Tiongkok menjaga kedaulatan wilayahnya (di perbatasan)," ujar Wang dalam pernyataannya.
Menurut Tiongkok, Menlu India mengatakan negaranya bersedia menyelesaikan perselisihan ini dengan damai melalui jalur dialog.
Di sisi lain, bentrokan di perbatasan Himalaya terjadi ketika proses penurunan ketegangan tengah berlangsung di Lembah Galwan di daerah Aksai Chin-Ladakh yang disengketakan kedua pihak. Bentrokan di perbatasan Himalaya terjadi ketika proses penurunan ketegangan tengah berlangsung di Lembah Galwan di daerah Aksai Chin-Ladakh yang disengketakan kedua pihak.
Dilaporkan ada sekitar 20 tentara India yang terbunuh dalam bentrok tersebut. Sedangkan di pihak Tiongkok, jumlah korban masih simpang siur. Namun kantor berita setempat menyebut ada 43 korban di pihak Tiongkok, meskipun tidak diketahui pasti berapa yang terluka dan yang terbunuh.
Menurut media India NDTV, dari 20 tentara India yang terbunuh tersebut satu di antaranya merupakan kolonel. Sebelumnya laporan awal menyebut hanya dua tentara India yang tewas. Seorang sumber mengatakan bahwa tidak ada kontak senjata. Kedua pihak melakukan pertarungan langsung di antara dua pihak tentara.
Tiongkok sempat menuding India melewati area perbatasan yang masih menjadi sengketa antara kedua negara, hingga akhirnya menimbulkan bentrokan. Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mengatakan bahwa tentara India melintasi area perbatasan hingga dua kali pada Senin (15/6). Ia juga mengatakan akan mengajukan protes keras kepada pihak India.
(wk/luth)