Tak Lagi Bebas Corona, PM Selandia Baru Tunjuk Tentara Awasi Karantina
Dunia
Pandemi Virus Corona

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengutus perwira angkatan bersenjata untuk memperketat pengawasan lokasi dan penerapan aturan karantina usai munculnya 2 kasus baru COVID-19.

WowKeren - Selandia Baru kembali mencatat dua kasus baru virus corona pada Selasa (16/6) lalu. Padahal sebelumnya, negara tersebut telah dinyatakan "bersih" dari corona setelah tak adanya kasus baru selama 3 minggu.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pun mengaku geram dengan adanya kabar tersebut. Ia lantas mengutus salah perwira di angkatan bersenjata untuk memperketat pengawasan lokasi dan penerapan aturan karantina.

Dilansir Associated Press, Kamis (18/6), Ardern menunjuk Marsekal Pertama Digby Webb yang merupakan asisten panglima angkatan bersenjata untuk bertugas sebagai koordinator lokasi karantina dan fasilitas isolasi.

Ardern dilaporkan kecewa dengan petugas kesehatan yang dinilai lalai dengan membiarkan dua perempuan yang tiba dari London, Inggris meninggalkan lokasi karantina sebelum menjalani pemeriksaan virus corona. Kedua perempuan warga Selandia Baru itu pulang untuk menjenguk orang tua mereka yang sekarat.

Mereka diizinkan meninggalkan lokasi sebelum masa karantina berakhir dan menjalani pemeriksaan dengan alasan kemanusiaan. Mereka lantas bepergian menggunakan mobil dari Auckland menuju Wellington. Ketika diperiksa, ternyata keduanya positif terinfeksi virus corona.


Menurut laporan petugas kesehatan, kedua perempuan itu mengaku tidak melakukan kontak dengan orang lain dalam perjalanan tersebut. Namun, dari penelusuran diketahui keduanya bertemu dengan 320 orang dalam penerbangan dan selama di hotel tempat mereka menjalani karantina.

Oleh karena itu, saat ini Ardern memerintahkan untuk kembali memperketat pengawasan di kawasan perbatasan dan bandara untuk menghindari kasus serupa terulang. Dia juga memerintahkan penyelidikan terhadap penerapan prosedur di lokasi karantina, dan untuk sementara tidak memberikan dispensasi apapun termasuk alasan kemanusiaan terhadap para pendatang.

Sementara itu, Selandia Baru hingga saat ini telah mencatat 1.507 kasus positif virus corona. Dengan jumlah korban meninggal sebanyak 22 orang dan yang sembuh 1.482.

Disebutkan bahwa kunci kesuksesan Selandia Baru dalam menangani pandemi ini adalah karena kebijakan penguncian wilayah alias lockdown sejak awal wabah. Sejak 3 Februari lalu, Selandia Baru telah memberlakukan pembatasan perjalanan bagi warganya.

Selandia Baru kemudian mengumumkan kasus pertamanya pada 28 Februari dan mengonfirmasi 102 kasus positif COVID-19. Dua hari setelahnya pembatasan dinaikkan menjadi level 4.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts