Laos Dinyatakan Bebas Corona, WHO Puji Langkah-Langkah Penanganan Ini
Dunia

Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith menyatakan bahwa negaranya bebas dari corona pada 10 Juni 2020. Pernyataan ini disampaikan usai seluruh pasien COVID-19 di Laos yang hanya berjumlah 19 orang dinyatakan sembuh.

WowKeren - Laos mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) usai sukses memutus penularan virus corona. Menurut WHO, negara Asia Tenggara ini sukses memberikan respons cepat di seluruh negeri hingga bisa bebas dari pandemi corona pada awal bulan Juni ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Laos Thongloun Sisoulith menyatakan bahwa negaranya bebas dari virus corona pada 10 Juni 2020 lalu. Pernyataan ini disampaikan usai seluruh pasien COVID-19 di Laos yang hanya berjumlah 19 orang dinyatakan sembuh.

Negara tersebut juga melaporkan nihil kasus COVID-19 baru dalam 59 hari. Tidak ada pasien COVID-19 di Laos yang dinyatakan meninggal dunia.

Meski demikian, WHO meminta Laos untuk terus mewaspadai pandemi corona. Apalagi Laos berbatasan dengan Tiongkok yang kini memiliki klaster corona baru di Beijing.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Perawakilan WHO di Laos, Howard Sobel, memuji PM Thongloun, Gugus Tugas COVID-19 Laos, dan juga Pusat Operasi Darurat. Ia berharap Laos dapat mempertahankan kinerja baiknya dalam menangani pandemi mematikan ini.


"Kami berterima kasih kepada staf medis di garis depan yang tanpa lelah berupaya untuk memperkuat sistem deteksi dan peringatan dini, pelacakan kontak, dan mempersiapkan sistem kesehatan Laos, perbatasan, dan pusat karantina COVID-19," tutur Sobel dilansir Reuters pada Jumat (19/6). "Tindakan yang sudah dilakukan pada kemenangan awal ini harus tetap dipertahankan dan diperkuat."

Di sisi lain, rendahnya jumlah kasus COVID-19 di Laos ini memicu skeptisisme. Seorang perwakilan dari Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) di Laos mengatakan ada beberapa laporan tidak resmi tentang penyakit atau kematian di media sosial atau di desa-desa.

"Sulit untuk disembunyikan, tapi iya kami percaya," ujar pejabat IFRC, Ludovic Arnout.

Meski demikian, Arnout juga tidak sepenuhnya merasa skeptis. Ia bahkan memuji kampanye waspada COVID-19 yang dilakukan pemerintah dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

Selain itu, Arnout juga memuji warga Laos yang dinilainya memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya corona. Warga bahkan rela membatalkan perayaan hari Tahun Baru Laos dan disiplin mengenakan masker.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait