PHK 2.100 Karyawan, Salah Satu Hotel Mewah AS Tumbang Dihantam Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jaringan hotel mewah Hilton akan mem-PHK 2.100 atau sekitar 22 persen dari jumlah karyawan perusahaannya. Keputusan ini diambil demi menekan kerugian finansial yang membelit akibat wabah COVID-19.

WowKeren - Wabah corona (COVID-19) memberikan dampak besar pada perekonomian dunia. Pasalnya, tak sedikit perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada para pegawainya.

Diketahui, sektor pariwisata yang terkena dampak besar dari wabah corona ini. Salah satunya, jaringan hotel mewah Hilton yang akan mem-PHK 2.100 atau sekitar 22 persen dari jumlah karyawan perusahaannya.

Dilansir Tampa Bay Times, keputusan tersebut diambil demi menekan kerugian finansial yang membelit akibat COVID-19. "Tidak pernah dalam sejarah 101 tahun Hilton berdiri, industri kita mengalami krisis global yang membuat bisnis perjalanan macet," kata CEO Christopher Nassetta dalam siaran persnya.

Sebelum memutuskan untuk memberhentikan karyawannya, jaringan hotel Hilton telah lebih dulu menambah jumlah cuti tanpa dibayar (unpaid leave) bagi karyawannya selama 90 hari. Selain itu, mereka juga memberlakukan pemotongan gaji sementara bagi para eksekutif pada akhir Maret lalu. Jam kerja operasional hotel dan karyawan pun turut dikurangi.

Hotel Hilton bukan satu-satunya yang merasa kesulitan akibat pandemi. Jaringan hotel besar lainnya yang juga menjadi 'korban' adalah Marriott (MAR) dan Hyatt (H).


Marriott juga memberhentikan banyak karyawan pada Maret lalu. Mei kemarin, perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa pandemi membawa dampak keuangan yang lebih parah dan berkelanjutan ketimbang gabungan peristiwa dari krisis keuangan 2008 dan insiden 9/11 atau Black September.

Setali tiga uang dengan Marriott, dua bulan lalu juga Hyatt mengumumkan bahwa mereka memangkas 1.300 karyawannya karena penurunan permintaan terbesar dalam sejarah dan lambatnya laju pemulihan.

Menurut data yang dihimpun CNN dari American Hotel and Lodging Association, hampir 6 dari 10 kamar tak terjual. Hal ini membuat hotel-hotel di Amerika Serikat telah kehilangan pendapatan lebih dari 30 miliar dolar atau setara dengan Rp 425,7 triliun.

Meski tanda pemulihannya cenderung terlihat lambat, bukan berarti tak ada harapan sama sekali. Bulan Mei lalu, industri hiburan dan perhotelan menambah 2,5 juta pekerjaan.

Jumlah tersebut mengurangi 7,7 juta pekerjaan yang hilang pada bulan April. Perusahaan analisis perhotelan STR juga mencatat bahwa ada peningkatan hunian hotel pada minggu pertama bulan Juni.

Di Tampa Bay, Florida, Amerika Serikat, hotel-hotel pribadi yang berlokasi dekat pantai mulai terisi penuh oleh wisatawan lokal. Sedangkan hotel-hotel yang biasanya melayani konvensi, meeting, atau konferensi masih berjuang untuk kembali mendapat tamu.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts