Metode pengambilan sampel air limbah seperti ini bisa digunakan untuk memperkirakan jumlah warga yang terinfeksi virus di suatu wilayah tanpa menguji setiap orang.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 19 Juni 2020 - 13:01 WIB
WowKeren - Peneliti asal Jepang menemukan keberadaan virus corona (COVID-19) di pabrik air limbah. Temuan ini dinilai menjadi sinyal risiko penyebaran pandemi di masa depan.
Dilansir dari CNN pada Jumat (19/6), sekelompok peneliti menguji air dari empat pengolahan air limbah di prefektur Ishikawa dan Toyama, barat Jepang. Menurut studi gabungan yang dilakukan Universitas Prefektur Toyama, Universitas Kanazawa, dan Universitas Kyoto, dari 27 sampel yang diteliti, tujuh di antaranya dinyatakan positif terdapat virus corona.
"Pengujian air limbah digunakan sebagai sistem peringatan dini untuk memperingatkan orang-orang (mungkin tanpa disadari) bahwa penularan virus tengah berlangsung di tengah masyarakat," kata seorang profesor Universitas Kyoto, Yuki Furuse.
Temuan para peneliti Jepang itu serupa dengan studi yang dilakukan Australia, Amerika Serikat, dan Eropa. Pakar kesehatan masyarakat mengatakan pengambilan sampel air limbah seperti ini bisa digunakan untuk memperkirakan jumlah warga yang terinfeksi virus di suatu wilayah tanpa menguji setiap orang.
Disebutkan bahwa Jepang mencoba memodifikasi strategi pengujian dan tes virus corona demi mempersiapkan risiko penularan virus corona gelombang kedua. Kementerian Kesehatan Jepang menuturkan sejauh ini tes corona menggunakan anti-bodi terhadap 8 ribu orang menunjukkan bahwa tingkat infeksi di Tokyo sebesar 0,1 persen, di Osaka 0,17 persen, dan 0,03 persen di pedesaan prefektur Miyagi.
Kementerian Kesehatan Jepang juga menyetujui penggunaan tes antigen untuk memastikan kasus negatif corona. Dengan tes antigen, Jepang berupaya mengurangi penggunaan tes corona dengan metode PCR.
Tes antigen yang diproduksi di Jepang oleh anak perusahaan Miraca Holdings disebut dapat dilakukan lebih cepat. Tes tersebut hanya membutuhkan waktu 10-30 menit sampai keluar hasilnya. ementara itu, tes corona PCR selama ini membutuhkan waktu hingga enam jam sampai hasilnya keluar.
Sementara itu, secara global pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 8,5 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 455 ribu, dan pasien sembuh menyentuh angka 4,5 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 3,602,277 pasien.
(wk/luth)