Kedua Negara Memanas, Menteri Serikat Pekerja India Serukan Boikot Produk Tiongkok
Dunia

Menteri Serikat Pekerja India, Ramdas Athawale menyerukan pemboikotan terhadap produk makanan Tiongkok. Sikap tersebut imbas baku tembak antara kedua negara yang memakan korban 20 tentara India.

WowKeren - Baku tembak antara Tiongkok dan India di perbatasan kedua negara di sekitaran Himalaya menjadi sorotan dunia awal pekan ini. Pasalnya, aksi tersebut menyebabkan puluhan tentara India tewas.

Menyusul tewasnya 20 tentara akibat bentrokan dengan militer Tiongkok pun memicu kemarahan warga India yang tampaknya masih belum reda hingga kini. Seperti sikap keras yang tunjukkan oleh Menteri Serikat Pekerja India, Ramdas Athawale. Ia bahkan menyerukan pemboikotan terhadap makanan Tiongkok.

Dikutip dari India Today, Ramdas meminta adanya larangan kepada seluruh restoran di India menjual makanan Tiongkok. Hal itu dinilai sebagai balasan atas perlakuan militer Tiongkok di perbatasan Himalaya.

“Restoran yang menjual makanan Tiongkok harus dilarang," ujar sang menteri. "Saya memohon kepada orang-orang untuk memboikot makanan Tiongkok."

Sayangnya, pemilik restoran merasa bahwa permintaan untuk larangan makanan Tiongkok mungkin lebih membahayakan bisnis mereka. Bahkan, lebih sulit daripada memikirkan cara untuk bertahan hidup pada fase pasca-pandemi.


Pernyataan menteri itu juga disayangkan oleh Presiden National Restaurant Association of India (NRAI), Anurag Katriar. “Pernyataan konyol! Makanan China di India dibuat oleh orang India yang bekerja di perusahaan India dengan pemegang saham India. Ini juga dikonsumsi oleh orang India,” katanya menanggapi hal tersebut di Twitter.

Dilansir Times of India, Anurag juga menyinggung terkait konflik panas yang terjadi di kedua negara. Ia mengungkap bahwa bentrok India-Tiongkok selama pandemi membutuhkan solusi yang damai dan cerdas.

“Sebagai warga negara yang bangga di negara ini, bahkan kami tidak ingin kepentingan Tiongkok harus dipenuhi. Tetapi pada saat ketika bisnis kita sudah menderita, pernyataan seperti ini tidak akan membantu situasi di medan perang, maupun bisnis kita," ungkapnya. "Saya telah mengatakan bahwa bentrokan India-Tiongkok selama pandemi membutuhkan solusi yang damai dan cerdas. Pernyataan seperti itu hanya akan menghambat bisnis lokal kami."

Hingga saat ini, para pemilik usaha restoran juga belum mengatakan bahwa belum ada dampak signifikan dari ajakan boikot restoran Tiongkok tersebut. Namun, beberapa dari mereka setuju bahwa itu bukanlah suatu hal yang positif.

“Beberapa orang hanya mengikuti tren dan tidak mengerti bahwa makanan Tiongkok di restoran India disiapkan oleh orang India, mereka menggunakan produk India," ujar seorang pemilik restoran di Delhi yang enggan disebut namanya kepada Times of India. "Melarang makanan Tiongkok tampaknya tidak masuk akal."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait