WHO Minta Produksi Dexamethasone untuk Obat Corona Diperbanyak
Health

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan permintaan dexamethasone melonjak setelah uji coba obat steroid tersebut di University of Oxford Inggris dipublikasikan.

WowKeren - Organisai Kesehatan Dunia (WHO) mendukung penggunaan obat dexamethasone atau deksametason untuk menangani pasien virus corona (COVID-19). Kini, WHO meminta produksi dexamethasone ditambah dalam waktu dekat untuk memenuhi permintaan meringankan gejala pasien infeksi virus corona.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan permintaan dexamethasone melonjak setelah uji coba obat itu di Inggris dipublikasikan. Namun, dia meyakini produksinya bisa ditingkatkan.

"Meskipun data ini masih awal, baru-baru ini temuan steroid dexamethasone berpotensi menyelamatkan jiwa pasien Covid-19 yang sakit kritis, memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk merayakannya," kata Tedros dalam jumpa pers virtual di Jenewa, Swiss, seperti dilansir dari CNN pada Rabu (24/6).

"Tantangan selanjutnya adalah meningkatkan produksi dan mendistribusikan dexamethasone dengan cepat dan merata di seluruh dunia, dengan berfokus pada wilayah yang paling membutuhkan," tambahnya lagi.

Dexamethasone telah beredar di pasaran selama lebih dari enam puluh tahun dan digunakan untuk mengurangi peradangan. Kendati demikian, WHO menekankan dexamethasone hanya boleh digunakan untuk pasien dengan kondisi parah atau kritis dan di bawah pengawasan klinis yang ketat.

"Belum ada bukti bahwa obat itu bekerja pada pasien dengan penyakit ringan atau sebagai tindakan pencegahan, dan itu bisa berbahaya," kata Tedros memperingatkan.


Tedros juga berkeras mengatakan bahwa negara-negara dengan pasien kritis terbanyak virus corona perlu diprioritaskan, tetapi ia memperingatkan pemasok harus menjamin kualitas karena ada risiko tinggi di mana produk berada di bawah standar atau dipalsukan saat memasuki pasar.

Di sisi lain, dexamethasone merupakan obat yang dinilai relatif murah dan tersedia luas di dunia. Obat steroid ini dinilai memiliki dosis yang rendah dan diklaim telah menjadi terobosan besar dalam menyelamatkan nyawa pasien virus corona yang memiliki gejala berat.

Para peneliti yang dipimpin oleh tim dari University of Oxford telah melakukan penelitian efek dexamethasone terhadap pasien COVID-19. Penelitian tersebut bahkan menjadi salah satu uji coba terbesar di dunia yang diterapkan saat merawat pasien virus corona secara langsung.

Mereka telah mencoba memberikan obat ini ke lebih dari 2.000 pasien virus corona yang menunjukkan gejala parah. Hasilnya, pasien positif COVID-19 yang sampai harus menggunakan bantuan ventilator dapat mulai membaik setelah diberikan dexamethasone. Bahkan, risiko kematian akibat COVID-19 menjadi berkurang hingga 35 persen berkat obat tersebut.

Dexamethasone disebutkan mampu mengurangi risiko kematian akibat virus corona dengan rasio satu banding tiga bagi pasien yang menggunakan ventilator. Sedangkan bagi pasien yang menggunakan tabung oksigen, risiko kematian dapat berkurang hingga 1 banding lima.

Para peneliti menyesalkan bagaimana obat dexamethasone tidak digunakan di Inggris sejak awal pandemi virus corona merebak. Pasalnya, peneliti telah menghitung setidaknya akan ada 5.000 nyawa yang mampu diselamatkan jika obat ini digunakan sejak awal.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait