Vaksin Corona yang sedang dikembangkan saat ini ternyata tak benar-benar ampuh untuk melindungi individu dari golongan tertentu sekalipun dalam kondisi sehat. Berikut penjelasannya.
- Elvariza Opita
- Rabu, 24 Juni 2020 - 14:11 WIB
WowKeren - Peneliti dari berbagai penjuru dunia terus berusaha mencari vaksin yang bisa menangkal virus Corona penyebab COVID-19. Harapannya vaksin ini bisa diproduksi massal dan membuat setiap individu dunia jadi lebih terlindungi dari wabah virus Corona.
Namun baru-baru ini Profesor Peter Openshaw, salah satu peneliti yang turut berkecimpung dalam produksi vaksin COVID-19 asal Inggris, mengungkap fakta mengejutkan. Pasalnya vaksin yang tengah diproduksi ini kemungkinan tetap tak bisa melindungi individu sehat dengan kondisi tertentu, yakni mereka yang berisiko tinggi tertular Corona.
Mereka yang masuk kategori ini misalnya anak-anak dan lansia. Sebab vaksin nantinya bisa mengurangi potensi terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, namun tak mengurangi gejala klinis yang dialami pasiennya hingga dapat berakibat fatal.
Namun demikian Prof Openshaw menyebut masih ada jalan lain yang bisa ditempuh agar golongan rentan ini tetap terlindungi dari COVID-19. Seperti misalnya dengan menggunakan spray khusus anti-influenza hingga memastikan orang di sekitar mereka benar-benar terlindungi dengan vaksin.
"Kadang-kadang kita bisa melindungi golongan rentan dengan 'peduli' pada kelompok masyarakat lain, seperti dalam penanganan influenza," terang Prof Openshaw, dilansir dari The Guardian, Rabu (24/6). "Dalam beberapa tahun terakhir Inggris terus memimpin dalam penelitian terkait vaksin untuk anak-anak."
Fokus pada pasien lansia, Profesor Arne Akbar selaku Pakar Imunologi UCL menilai saat ini semestinya ilmuwan juga memikirkan hal lain. Yakni perihal respons imun lansia yang memang cenderung "salah", seperti terbukti dengan tingginya tingkat peradangan atau inflamasi dalam tubuh, meski dalam kondisi normal.
Tentu saja situasi ini berbahaya apabila lansia tersebut kemudian terinfeksi COVID-19. Sebab seperti diketahui COVID-19 bisa menjadi pemicu timbulnya serangkaian reaksi inflamasi yang justru berujung pada kematian pasien.
Oleh karenanya, Prof Akbar kemudian menyarankan agar pasien lansia juga diresepkan obat steorid anti-inflamasi seperti deksametason selain diinjeksi vaksin Corona. Deksametason sendiri menjadi obat yang belakangan digadang-gadang bisa memberikan efek positif terhadap pasien COVID-19.
"Untuk lansia, sebaiknya Anda juga mengonsumsi obat anti-inflamasi seperti deksametason," jelas Prof Akbar. "Bersama dengan penggunaan vaksin untuk memberikan Anda perlindungan maksimal."
"Sedangkan golongan muda bisa hanya mendapat vaksin agar mereka tak terinfeksi virus Corona dan tanpa sadar menyebarkan ke banyak orang termasuk lansia," imbuh Prof Akbar. "Namun vaksin saja tak akan banyak membantu untuk pasien lansia, padahal mereka saat ini yang paling rentan terhadap infeksi COVID-19."
(wk/elva)