Jakarta Pusat Jadi Kota Dengan Kasus Corona Terbanyak, Angka Kematian Surabaya Tertinggi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anggota Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, menyampaikan jumlah kasus dan angka kematian corona per 100 ribu penduduk berdasarkan kabupaten/kota.

WowKeren - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengungkapkan jumlah kasus dan angka kematian per 100 ribu penduduk berdasarkan kabupaten/kota. Berdasarkan data yang disampaikan oleh anggota Tim Pakar Gugus Tugas, dr Dewi Nur Aisyah, Jakarta Pusat menjadi kota dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi.

"Kita bisa melihat kota mana dengan jumlah penduduknya, apakah kasus tersebut tinggi di daerahnya," tutur Dewi dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (24/6). "Untuk peringkat pertama adalah Jakarta Pusat tapi yang kedua adalah Kota Jayapura."

Dewi menjelaskan bahwa jumlah penduduk suatu kabupaten/kota menjadi faktor yang diperhitungkan dalam melihat laju penularan COVID-19. "Ketiga Surabaya, keempat Banjarmasin, kelima Kota Mataram," lanjut Dewi.

Berdasarkan data Gugus Tugas, Luwu Timur di Sulawesi Selatan berada di peringkat 6, lalu disusuk oleh Mimika di Papua dan Kota Manado di Sulawesi Utara. Kemudian Kabupaten Jayapura berada di peringkat 9 dan Kota Makassar di peringkat 10.


Data Corona

YouTube/Sekretariat Presiden

Meski demikian, Dewi juga menjelaskan bahwa ada daerah-daerah yang sudah terdampak namun memiliki kasus COVID-19 yang rendah. Gugus Tugas menghimpun 5 kabupaten/kota yang memiliki kasus COVID-19 terendah di Indonesia.

"Juga ada daerah-daerah yang sudah terdampak, namun ternyata kasusnya rendah," ungkap Dewi. "Contohnya paling pertama adalah Kabupaten Tegal, Blora, Lebak, Aceh Utara, dan Rokan Hulu, adalah lima kabupaten dengan insiden kasus terendah meskipun sudah terdampak."

Sementara itu, Kota Surabaya menjadi wilayah dengan angka kematian tertinggi per 100 ribu penduduk. Dewi pun menjelaskan bahwa bahwa masyarakat Indonesia kini harus bekerjasama untuk menuju arah yang lebih baik.

"Untuk angka kematian kita lihat jumlah per 100 ribu penduduk, kita bisa lihat pertama adalah Surabaya, kedua Banjarmasin, ketiga Manado, keempat Jakpus, dan kelima Kota Makassar," pungkas Dewi. "Ini adalah PR kita bersama dan monitoring kita bersama, bagaimana kita dapat bergerak menuju perbaikan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts