Brasil kembali mencatatkan jumlah kasus positif COVID-19 harian yang tinggi, yakni mencapai 42 ribu pasien. Namun di tengah krisis kesehatan itu, warga Brasil justru santai menikmati liburan ke pantai.
- Elvariza Opita
- Kamis, 25 Juni 2020 - 10:46 WIB
WowKeren - Amerika Serikat, Brasil, dan India menjadi 3 negara yang beberapa waktu belakangan mengalami perkembangan signifikan terkait wabah virus Corona. Bahkan Brasil pada Rabu (24/6) kemarin mencatatkan 42.725 kasus positif baru hanya dalam rentang waktu 24 jam.
Pencatatan 42 ribu kasus positif ini tak jauh berbeda dengan kondisi di Brasil pada satu hari sebelumnya. Dilansir dari worldometers.info, pada Selasa (23/6) kemarin Brasil mencatatkan 39.436 kasus positif baru dalam rentang 24 jam.
Menariknya, warga Brasil tampaknya tak terlalu ambil pusing dengan krisis kesehatan yang terjadi. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang masih berwisata ke Pantai Rio de Janeiro pekan lalu. Dan dengan situasi pantai yang padat orang, banyak warga yang tak mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker atau menjaga jarak satu sama lain.
Tak hanya itu, belum lama ini Presiden Brasil Jair Bolsonaro "diancam" oleh hakim setempat untuk menggunakan masker saat di muka umum. Beberapa kali pula Bolsonaro tertangkap mengikuti demonstrasi yang menolak kebijakan karantina atau lockdown karena dinilai berdampak buruk terhadap sektor perekonomian.
Di sisi lain, tak hanya perkara kasus positifnya, jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Brasil pun turut menyita perhatian. Dilaporkan oleh Reuters, kasus kematian pada hari yang sama bertambah sebanyak 1.185 jiwa.
Dengan demikian, secara kumulatif virus Corona sudah menginfeksi hampir 1,2 juta orang di Brasil. Sementara sebanyak 53.830 pasien positif terkonfirmasinya dinyatakan meninggal dunia.
Terkait dengan santainya warga Brasil memadati pantai ini pun sudah pernah dikonfirmasi langsung ke otoritas setempat. Kejadian ini pun membuat beberapa pejabat kesehatan di Rio de Janeiro mencoba untuk mengundurkan diri.
"Hanya satu yang ingin saya katakan," ujar Kepala Departemen Kesehatan Rio de Janeiro, Fernando Ferry, Selasa (24/6). "Saya sudah mencoba."
Padahal Ferry baru satu bulan menjabat ketika polisi memulai investigasi terhadap Departemen Kesehatan Rio de Janeiro. Hal tersebut menyusul kecurigaan pada level corona negara bagian yang kontras sehingga mempengaruhi pembelian peralatan kesehatan.
(wk/elva)