Peneliti Tiongkok menyebut peningkatan kasus COVID-19 dari 10 juta ke 20 juta akan membutuhkan waktu yang relatif cepat karena sebagian besar negara tidak melakukan langkah-langkah efektif.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 01 Juli 2020 - 18:44 WIB
WowKeren - Hasil pemantauan global COVID-19 menunjukkan bahwa virus corona tersebut tidak bermutasi, sedangkan jumlah kasus positif saat ini belum mencapai puncaknya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Epidemiolog Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Tiongkok (CCDC), Wu Zunyou.
Saat jumlah kasus positif COVID-19 di dunia telah mencapai angka 10 juta dan total kematiannya sebanyak 500 ribu, Wu menganggap angka itu belum mencapai puncak, tapi akan terus meroket dalam waktu dekat ini. "Situasi di beberapa negara tidak terkendali dan semakin buruk," kata Wu.
Ia memperkirakan, peningkatan kasus dari 10 juta ke 20 juta akan membutuhkan waktu yang relatif cepat karena sebagian besar negara tidak melakukan langkah-langkah efektif dalam pencegahan pandemi, kecuali Tiongkok dan sebagian kecil negara lainnya.
Wu menyebutkan bahwa jumlah kasus di Beijing diperkirakan akan turun menjadi nol dalam sepekan karena kasus yang ditemukan baru-baru ini kebanyakan dari kalangan orang-orang yang dikarantina dan diobservasi dalam rentang waktu empat hingga 13 hari.
Meskipun demikian, Wu tetap mengingatkan pemerintahannya tidak boleh melonggarkan tindakan penanggulangan dan pencegahan wabah dan harus terus dilakukan sampai pandemi benar-benar lenyap.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sempat mengatakan hal serupa pekan lalu. Badan naungan PBB itu mengingatkan bahwa pandemi belum mencapai puncaknya.
WHO menyebutkan, masa puncak wabah corona akan ditentukan oleh tindakan pemerintah. "Pada bulan pertama wabah ini, kurang dari 10.000 kasus dilaporkan ke WHO. Pada bulan lalu, hampir empat juta kasus telah dilaporkan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Ini adalah pengingat sadar bahwa meskipun kita melanjutkan penelitian vaksin dan terapi, kita memiliki tanggung jawab mendesak untuk melakukan segala yang kita bisa dengan alat yang kita miliki sekarang untuk menekan penularan dan menyelamatkan hidup," lanjutnya.
Sementara itu, saat ini kasus COVID-19 telah menginfeksi 10,6 juta penduduk di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, ada 514,622 korban tewas yang dikonfirmasi. Sedangkan pasien sembuh mencapai angka 5,823,384 orang. Saat ini, ada 4,276,591 kasus aktif di seluruh dunia.
(wk/luth)