Tim ilmuwan di Rusia saat ini tengah mengembangkan pengobatan pasien COVID-19 dengan menggunakan sinar ultraviolet (UV) yang dimasukkan ke dalam tubuh. Ide ini berawal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
- Nidya Putri
- Kamis, 02 Juli 2020 - 11:30 WIB
WowKeren - Sebuan penelitian terkait virus corona (COVID-19) menyebutkan jika sinar ultraviolet (UV) bisa membunuh virus corona jenis SARS-CoV-C tersebut. Hal ini membuat tim ilmuwan dari Rusia pun melakukan riset dan pengembangan akan sinar ultraviolet.
Mereka saat ini tengah mengembangkan pengobatan untuk pasien COVID-19 dengan menggunakan sinar UV yang dimasukkan ke dalam tubuh. Metodi ini sendiri sebenarnya meliki risiko yang tinggi.
Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru mempromosikannya. Bahkan pada April 2020 lalu Trump menyarankan penggunaan sinar UV di dalam tubuh untuk mengobati dan mematikan virus.
Dilansir The Moscow Times, pernyataan kontroversial dari Trump ini pun memunculkan peringatan dari para ilmuwan tentang bahaya kontak langsung tubuh dengan radiasi UV. "Tidak ada yang bisa melakukan disinfeksi UV di dalam tubuh seseorang," ujar Andrei Goverdovsky, kepala riset di badan nuklir nasional Rusia.
"Kami menemukan cara untuk melakukan ini," sambungnya. "Kami memilih molekul dan komponen gas yang akan tetap aktif ketika dihirup dan akan memancarkan sinar ultraviolet langsung ke paru-paru."
Goverdovsky berharap terapi sinar UV yang dikembangkan oleh lembaganya yang berjudul 'Luminous Gas' juga dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis, kanker, dan penyakit lainnya. Namun, ia tidak menyebutkan kanker atau risiko lain yang terkait dengan mengekspos tubuh terhadap sinar UV.
Goverdovsky juga tidak mengatakan kapan lembaga penelitian akan memperkenalkan hasil penelitian tersebut. Belum diketahui pula apakah hasil riset ini akan dikomersilkan untuk pengobatan yang lebih luas atau tidak.
Berkaitan dengan komentar kontroversial Trump terkait terapi sinar UV April lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan salah satu studi menunjukkan bahwa virus Corona bisa menyusut ketika terkena radiasi sinar UV yang meniru sifat sinar Matahari alami.
Di bulan yang sama setelah Trump mengeluarkan pernyataan tersebut, perusahaan bioteknologi Aytu BioScience mengumumkan kemitraan dengan rumah sakit Cedars-Sinai di Los Angeles untuk mengembangkan teknologi berbagai jenis sinar UV untuk pengobatan virus Corona.
(wk/nidy)