UTBK Segera Digelar, Pemkot Surabaya Wajibkan Rapid Test untuk Peserta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Keputusan ini bisa dibilang mendadak karena surat edaran terkait ketentuan itu baru ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Kamis (2/7).

WowKeren - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) segera digelar pada 5-14 Juli. Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan para peserta untuk menjalani rapid test.

Surat edaran terkait ketentuan itu baru ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Kamis (2/7). Sehingga bisa dibilang, kebijakan ini cukup mendadak. Terkait pelaksanaan rapid test massal akan ditanggung oleh Pemkot Surabaya. Kendati demikian, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan jika pihaknya tidak memungkinkan untuk memfasilitasi semua peserta.

"Jadi pemerintah kota sudah memberikan solusi, tapi tidak mungkin semuanya. Juga Khusus warga Surabaya, terutama yang mereka tergabung di Bidik Misi," kata dia dilansir Suara Surabaya, Jumat (3/7). "Mereka akan kita siapkan rapid test massal gratis. Untuk penempatannya kita diskusikan, kemungkinan di kampus-kampus itu, di Unair, ITS, dan UPN."

Tak hanya itu, bagi peserta Bidik Misi yang mengalami kesulitan terkait transportasi ke lokasi rapid test maka bisa melaporkan ke Puskesmas terdekat. Peserta hanya tinggal menunjukan Kartu Indonesia Pintar.


"Kita juga pertimbangkan, peserta bidik misi, kalau kesulitan transportasi, mereka juga bisa menghubungi Puskesmas terdekat," jelas Irvan. "Jadi Puskesmas terdekat, mereka bisa melaporkan itu. Salah satunya dia harus menunjukkan Kartu Indonesia Pintar."

Sementara itu, untuk warga non Surabaya maupun peserta non bidik misi, Irvan mengakui jika pihaknya belum bisa mengakomodir biaya rapid test. Ia mengarahkan agar mereka melakukan test mandiri.

"Untuk yang bukan warga Surabaya, jelas mas. Artinya yang warga Surabaya, bukan bidik misi, secara kemampuan mampu, bisa hubungi lab-lab di Surabaya yang bisa layani rapid," jelas Irvan. "Yang kita khususkan disini warga Surabaya, yang bidik misi."

Terkait hal ini, Ketua Pusat UTBK Unair Junaidi Khotib tengah mengkonsultasikannya dengan LTMPT. "Karena tidak ada ketentuan ataupun syarat pada saat mereka mendaftar. Memang sangat bervariasi rekomendasi tiap daerah atau kota," kata dia masih dilansir Suara Surabaya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts