Seorang wanita asal Minneapolis, Amerika Serikat, bernama Aishah menjadi korban rasis dan Islamophobia usai seorang barista di kedai kopi menulis 'ISIS' pada gelas minuman yang dipesannya.
- Nidya Putri
- Selasa, 07 Juli 2020 - 14:18 WIB
WowKeren - Seorang barista di Minnesota, Amerika Serikat baru-baru ini menuai kritikan. Pasalnya, ia menunjukkan sikap rasis serta Islamophobia kepada salah seorang wanita Muslim dengan menuliskan kata "ISIS" pada gelas minuman yang dipesannya.
Peristiwa itu terjadi di sebuah kedai kopi ternama yang dijalankan di toko Target Saint Paul, Minnesota. Saat memesan minuman, barista itu menanyakan nama kepada wanita tersebut.
Kemudian, sang pelanggan menjawab bahwa namanya adalah Aishah. Namun, barista meminta mengulanginya meminta kejelasan.
Aishah yang berasal dari Minneapolis itu pun kaget ketika melihat barista itu menuliskan ISIS di gelas kopinya. "Kata yang tertulis pada minuman itu adalah kata yang menghancurkan reputasi Muslim seluruh dunia," kata Aishah yang hanya menggunakan nama depannya untuk alasan keamanan dilansir twincities, Selasa (7/7).
Aishah kemudian mempertanyakan mengapa barista itu menuliskan ISIS pada gelas kopinya. Namun, barista tersebut berkilah dengan mengatakan jika dirinya tak bisa mendengar nama Aishah dengan baik.
Aishah yang datang dengan jilbabnya itu pun mencoba berbicara dengan manajer kedai kopi. Namun, sang manajer juga tidak peduli. Atas perlakuan yang tidak mengenakan tersebut, Aishah tentunya merasa terhina, marah, dan diremehkan.
Target yang menjalankan dan mengoperasikan kedai kopi Starbucks di Saint Paul telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf atas tindakan karyawannya. Mereka menyayangkan tindakan itu terjadi.
Kendati demikian, Aishah bersama Dewan Hubungan Islam Amerika Minnesota (CAIR Minnesota) menyerukan pemecatan kepada karyawan tersebut atas tuduhan diskriminasi. Perlu diketahui, ISIS merupakan akronim yang digunakan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
"Sangat disayangkan dengan Islamophobia, hal pertama yang diidentifikasi Muslim adalah teroris, menggunakan kata ini untuk kita sama dengan kasus orang kulit hitam hari ini," kara Direktur Eksekutif CAIR Minnesota, Jaylani Hussein.
(wk/nidy)