Virus Corona Dapat Menular Lewat Mikrodroplet, Beda Dengan Airborne?
Health
COVID-19 di Indonesia

Ahli paru dari RS Persahabatan menjelaskan jika mikrodroplet bisa menjadi penularan virus corona (COVID-19). Lantas apakah itu berbeda dengan airborne?

WowKeren - Ratusan peneliti di sejumlah negara telah kompak menyatakan jika virus corona (COVID-19) menular melalui udara atau airborne. Mereka juga terus mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk bergerak cepat mengubah pedoman kesehatan.

WHO sendiri telah mengakui ada kemungkinan virus corona menyebar melalui airborne. Kini, WHO turut memperbarui pedoman kesehatan terkait penyebaran virus corona yang mungkin terjadi lewat udara di ruangan tertutup.

Selain selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, WHO lantas mengimbau agar ventilasi udara diperhatikan. Ahli paru dari Rumah Sakit (RS) Persahabatan, dr Erlang Samoedro lantas mengatakan jika penularan virus corona melalui udara akibat mkirodroplet.

Erlang menjelaskan mikrodroplet merupakan droplet yang berukuran lebih kecil dan berpotensi bertahan ataupun menyebar di udara lebih lama. Ukuran mikrodroplet sendiri disebutkan Erlang bahkan hampir mirip dengan ukuran dari virus corona.

“Itu kan kalau droplet biasa lebih besar daripada ukuran virus biasa,” jelas dr Erlang seperti dilansir dari Detik, Jumat (10/7). “Ini kalau mikrodroplet itu kecil banget udah kaya seukuran virus itu sendiri sehingga dia bisa berterbangan sampai jauh.”


Ukuran mikrodroplet yang sangat kecil ini lantas bisa membuat virus bertebangan lebih jauh. Bahkan, jarak aman yang selama ini ditetapkan WHO yaitu 1 hingga 2 meter tidak cukup mencegah penyebaran virus melalui airborne.

”Kalau micro kan lebih kecil jadi dia beratnya ringan sangat ringan jadi dia bisa jaraknya lebih jauh daripada droplet,” kata Erlang. “Droplet kan sejauh 2 meter, kalau mikrodroplet lebih jauh lagi.”

Walau penyebaran virus corona melalui airborne mengerikan, namun Erlang menyebut jika mikrodroplet dapat langsung mati jika terkena sinar matahari. Oleh sebab itu, penyebaran virus corona melalui udara kemungkinan besar banyak terjadi di ruangan tertutup.

”Nah masalah yang airborne transmission itu kalau di udara luar dengan angin terbuka gitu,” papar Erlang. “Itu seharusnya sih mati dengan sinar matahari ya.”

”Nah yang ditakutkan sekarang ini bisa airborne dalam ruangan tertutup itu,” sambungnya. “WHO nyebutnya seperti itu, satu ruangan gedung pernikahan ruangan rapat itu bisa airborne.”

Demi menekan penyebaran virus corona lewat udara di ruangan tertutup, Erlang memberikan tipsnya. “Pakai masker dan pastikan ventilasi udara sudah baik,” pungkasnya.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts