Banjir Luwu Utara Tewaskan 32 Orang, Jokowi Kirim Menteri PUPR Bantu Penanganan Darurat
Instagram
Nasional

Selain itu, Jokowi juga mengerahkan TNI, Polri, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Setempat. Ia berharap dengan langkah itu proses penanganan bisa lebih cepat

WowKeren - Bencana alam memang tak mengenal waktu, kapan pun bisa datang secara tiba-tiba. Di tengah suasana Indonesia yang tengah berjuang melawan ancaman pandemi virus corona, bencana banjir bandang kembali menerjang Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Bencana ini meninggalkan bekas luka yang mendalam bagi para korban terdampak. Bagaimana tidak, banjir ini menewaskan setidaknya 32 orang.

Bencana ini pun turut menjadi perhatian Kepala Negara. Untuk membantu penanganan darurat di wilayah terdampak, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan telah memberikan instruksi ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk terjun ke lapangan.

Selain itu, Jokowi juga mengerahkan TNI, Polri, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Setempat. Ia berharap dengan langkah itu proses penanganan bisa lebih cepat sehingga kondisi di Masamba bisa segera pulih.

"Dari Jakarta, saya telah memerintahkan Menteri PUPR untuk segera turun ke Luwu Utara bekerja sama dengan Pemerintah Sulawesi Selatan, TNI, Polri, Basarnas dan BPBD setempat," kata Jokowi melalui unggahan di akun Instagram resminya, Jumat (17/7). "Melakukan upaya penanganan darurat, dan segera memulihkan kondisi Masamba."


Tak lupa, ia mengucapkan duka yang mendalam atas banyaknya korban yang meninggal. Ia berdoa agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan.

"Saya menyampaikan dukacita yang dalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana ini," lanjut Jokowi. "Dan kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberiNya kesabaran dan kekuatan."

Banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi pada 13 Juli lalu. Hujan deras kemudian membuat meluapnya Sungai Masamba hingga menewaskan puluhan orang.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Rizal mengungkapkan jika proses pencarian korban hilang sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, tim pencari harus terjun ke dalam medan lumpur yang memiliki kedalaman lebih dari 2 meter.

"Kendala kedua adalah aliran sungai sudah berpindah dari posisi sungai ke permukiman," papar Rizal seperti dilansir Kompas, Jumat (17/7).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait