Dokter Jelaskan Fenomena ‘Cryptic Pregnancy’ Soal Ibu Di Tasik Cuma Hamil 1 Jam Lalu Melahirkan
Pixabay
Health

Dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RHS) menjelaskan mengenai peristiwa unik yang dialami seorang ibu asal Tasikmalaya usai hanya hamil satu jam dan tiba-tiba melahirkan.

WowKeren - Seorang wanita asal Tasikmalaya, Heni Nuraeni (28) baru saja menghebohkan warga setempat lantaran mengaku melahirkan bayi setelah hamil 1 jam saja. Peristiwa tersebut rupanya mendapatkan perharian dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Ketua Komite Koordinasi sekaligus Dokter Kandungan RSHS, Ruswana Anwar menjelaskan peristiwa yang dialami oleh Heni tersebut. Rupanya, secara medis Heni bisa dikatakan mengalami cryptic pregnancy.

Cryptic Pregnancy sendiri berarti adalah kehamilan yang tersembunyi atau tidak dirasakan. Ruswana menjelaskan jika cryptic berasal dari bahasa Latin kripto, artinya tersembunyi. Sedangkan pregnancy adalah kehamilan.

”Ya memang itu istilahnya ada,” kata Ruswana seperti dilansir dari Detik, Senin (20/7). “Itu kehamilan kripto bahasa latinnya cryptic artinya tidak dirasakan atau tersembunyi.”

Kejadian cryptic pregnancy sendiri dilaporkan sangat jarang terjadi. Ruswana menjelaskan perbandingan kejadian ini mencapai 1:25.000 kehamilan. Biasanya jika kasus cryptic pregnancy dialami oleh seorang ibu yang mengandung anak pertama, maka gejalanya bisa terasa.

Namun jika kasus ini merupakan kehamilan anak kedua atau ketiga, biasanya memang tanda-tanda kehamilan tidak terasa. “Tapi kalau anak kedua atau ketiga tubuh sudah biasa, pernah mengalami hamil sehingga tanda-tanda hamil tidak diperhatikan ibunya,” ungkap Ruswana.


Tanda-tanda kehamilan normal biasanya terlambat datang bulan karena pertumbuhan plasenta dalam rahim yang menyebabkan hormon tidak haid. Lalu pada usia kehamilan 8 sampai 10 minggu bisa mual atau muntah, sering buang air kecil, berat badan bertambah, sering mengantuk di pagi hari dan lain-lain.

Namun, ibu asal Tasikmalaya tersebut mengaku sama sekali tidak mengalami tanda-tanda tersebut. Ia juga sama sekali tidak pernah ngidam selama hamil. Semakin mengejutkan, rupanya Heni selama sembilan bulan terakhir ini selalu teratur mengalami menstruasi.

”Untuk cryptic pregnancy yang dialami ibu di Tasik ini saya menduga karena sudah merasakan hamil di anak pertama dan kedua,” jelas Ruswana. “Nah masalahnya mungkin pertambahan berat badan, jadi lebih tepatnya tidak dirasakan tanda-tandanya. Dan tidak mungkin hamil sejam langsung lahir. Sebenarnya kalau kita USG dari H-7 saja sudah bisa diprint bayi gambarnya.”

Ruswana mengatakan cryptic pregnant di kehamilan anak ketiga sangat mungkin terjadi tanpa keluhan mual dan tidak sering buang air kecil,. Ia juga mengatakan sang ibu juga tidak mengalami keluarnya sekresi kolostrum serta hipertegmentasi tidak dirasakan.

Sementara soal sang ibu yang tidak mengalami menstruasi, Ruswana menjelaskan itu adalah flek yang biasa terjadi dalam usia kehamilan 8 sampai 10 minggu atau bahkan sampai 12 minggu. Flek tersebut biasa berlangsung tiga sampai lima hari.

”Memang kalau anaknya sudah lebih dari dua, biasanya tidak keluhan hamil akibat dari hormon plasenta tinggi itu tidak dirasakan oleh ibu-ibu,” papar Ruswana. “Cuman bukan haid, hanya flek saja. Karena hormon hamilnya belum begitu tinggi, tetapi kalau di atas 12 minggu tidak lagi haid biasanya.”

”Seperti kejadian di Tasikmalaya, bayi yang lahir dengan cryptic pregnant ini memiliki bobot berat 3,4 kilogram dan panjang 48 sentimeter berarti tujuan kontrol hamil pada umumnya tercapai,” sambungnya. “Tidak ada komplikasi, kalau ada kita berikan penanganan.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait