Sempat Diborong Jokowi, Mendagri Ungkap Avigan dan Chloroquine Cuma Obat 'Coba-Coba' Untuk Corona
Nasional

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyatakan bahwa hingga kini masih belum ada obat yang teruji klinis bisa digunakan untuk menyembuhkan virus corona (COVID-19).

WowKeren - Hingga kini pandemi virus corona (COVID-19) masih belum mereda dan bahkan telah menjangkit lebih dari 14 juta orang di seluruh dunia. Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyatakan bahwa hingga kini masih belum ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan COVID-19.

Pemerintah Indonesia sendiri sebelumnya sempat memborong obat avigan dan chloroquine dalam jumlah besar untuk penanganan corona. Presiden Joko Widodo diketahui sempat memesan 5 juta avigan dan chloroquine pada Maret 2020 lalu. Namun, kini Tito menyebut bahwa penggunaan avigan maupun chloroquine tersebut hanya sekadar percobaan untuk mengobati pasien COVID- 19.

"Sampai sekarang COVID-19 ini belum ada ini (obatnya)," tegas Tito pada Senin (20/7). "Yang ada coba-coba semua, ada avigan dari Jepang, ada chloroquine, ada herbal-herbalan, macem-macem."

Menurut Tito, obat-obatan yang diberikan kepada pasien COVID-19 saat ini masih belum teruji secara klinis dapat menyembuhkan virus corona. Oleh sebab itu, ia menyebut dunia akan sangat terbantu apabila obat yang teruji klinis dapat menyembuhkan pasien COVID-19 ditemukan dalam waktu dekat.


"Itu belum teruji secara lab klinis lengkap mana yang betul-betul ampuh yang bisa hadapi COVID," tutur Tito. "Kalau ada itu akan sangat menolong."

Selain itu, Tito juga menjelaskan bahwa hingga kini vaksin corona masih berada di tahap pengembangan. Mantan Kapolri ini memprediksi vaksin corona baru dapat diproduksi pada pertengahan tahun depan.

Sementara itu, vaksin anti COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd, telah sampai di Indonesia pada Minggu (19/7) kemarin. Vaksin tersebut akan memasukiuji klinis tahap III, dimana vaksin akan diuji coba kepada orang dalam jumlah besar.

Nantinya, uji klinis tahap III vaksin tersebut akan dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Tak main-main, subjek uji klinis vaksin ini mencapai 1.620 orang. Setelah disuntikkan, vaksin ini disebut akan membangun kekebalan terhadap COVID-19 dalam 28 hari.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait