Tak Cuma Fokus Corona, Jokowi: Ingat RI Peringkat Tiga Penderita TBC Tertinggi Di Dunia
Instagram/jokowi
Nasional

Presiden Joko Widodo mengatakan tidak hanya fokus terhadap penanganan virus corona. Ingatkan Indonesia saat ini peringkat ketiga penderita TBC tertinggi di dunia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk tidak hanya berfokus pada penanganan pandemi virus corona (COVID-19). Ia turut mengingatkan jika Indonesia saat ini juga telah cukup gawat dalam menangani penderita TBC (Tuberkulokis).

Jokowi mengatakan Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dengan jumlah penderita TBC tertinggi di dunia. Posisi Indonesia tersebut hanya kalah dengan India dan Tiongkok yang masing-masing berada di posisi kedua dan pertama.

”Perlu kembali saya ingatkan bahwa Indonesia masuk ranking ke-3 kasus penderita tuberkulosis,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait 'Percepatan Eliminasi TBC' di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (21/7). “Tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok.”

Jokowi menjelaskan ancaman TBC. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC masuk dalam salah satu dari 10 penyakit paling menular yang mengakibatkan angka kematian tertinggi di dunia.


Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bahkan mengklaim kematian akibat TBC setiap tahunnya jauh lebih tinggi dari HIV. Indonesia sendiri telah mencatat kematian akibat TBC pada 2017 sebanyak 116 ribu. Angka kematian kemudian mulai menurun pada 2018, yakni berjumlah 98 ribu orang.

Sebagian besar penderita TBC diketahui merupakan kelompok produktif, yaitu warga yang berusia 15-55 tahun. Oleh sebab itu, Jokowi ingin agar Indonesia menangani masalah TBC dengan serius.

Mantan Wali Kota Solo ini bahkan menargetkan jika Indonesia akan bebas sepenuhnya dari TBC pada tahun 2030 mendatang. Jokowi lantas menyarankan agar pengendalian penyakit TVC bisa dilakukan seperti penanganan virus corona di Indonesia sekarang ini.

”Perlu kita ketahui 75 persen TBC adalah kelompok produktif 15-55 tahun. Ini yang harus kita waspadai,” jelas Jokowi. “Kita sudah memiliki model untuk COVID-19, yaitu pelacakan agresif untuk menemukan di mana mereka, harus dilakukan.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait