Dihantui Resesi 2020, Terungkap Kondisi Perekonomian 2021 RI Bakal Seperti Ini
Pixabay
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan prediksinya soal kondisi perekonomian Indonesia pada 2021 mendatang, yang nyatanya tak kalah menyedot perhatian dibandingkan situasi di 2020.

WowKeren - Jurang resesi sudah menghantui banyak negara di tengah krisis yang menghantam akibat pandemi COVID-19. Termasuk diantaranya Indonesia yang diprediksi akan mengalami kontraksi ekonomi di Kuartal II 2020.

Kondisi itu pun tampaknya tak akan dengan mudah membaik pada 2021 mendatang. Hal ini seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebut tahun 2021 sepertinya masih akan dipenuhi dengan ketidakpastian.

"Satu, mengenai kecepatan dan kemungkinan penanganan COVID-19 di seluruh dunia. Yakni pengendalian COVID-19 apakah benar-benar bisa terkendali menjadi mendatar atau menurun," ujar Sri Mulyani dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (28/7).

Termasuk perihal penemuan vaksin yang digadang-gadang bisa mengurangi kejamnya penularan COVID-19. Apabila vaksin untuk infeksi saluran pernapasan ini sudah ditemukan, maka akan sangat menentukan langkah serta pola pemulihan tahun 2021.


"Saat ini beberapa lembaga internasional perkirakan pemulihan ekonomi akan cukup cepat untuk tahun depan. Dengan asumsi tahun ini menurunnya sangat tajam," kata Sri Mulyani, seperti dilansir dari CNBC Indonesia. Namun, imbuh sang menteri, nyatanya lembaga-lembaga yang menganalisis situasi itu menyebut terus ada revisi yang didorong oleh rasa pesimis kondisi perekonomian akan membaik pada 2021 mendatang.

Namun yang menjadi kunci utama pemulihan ekonomi ini adalah bagaimana geliat di Semester II 2020. Alasan itulah yang kemudian menjadi faktor utama bagi pemerintah "ngotot" membuka kembali perekonomian kendati wabah COVID-19 belum benar-benar terkendali.

"Kalau penanganannya efektif, dan berjalan seiring dengan pembukaan aktivitas ekonomi, maka kondisi ekonomi bisa recover pada Kuartal III-2020 dengan positive growth 0,4 persen dan pada Kuartal IV akan akselerasi ke 3 persen," tutur Sri Mulyani, mengungkap harapan perekonomian Indonesia bisa membaik. "Kalau itu terjadi, maka pertumbuhan ekonomi kita secara seluruh tahun (2020) akan bisa tetap di zona positif."

Namun pembukaan kembali aktivitas perekonomian ini menuai kontroversi tersendiri di kalangan masyarakat. Apalagi karena klaster-klaster yang terkait dengan aktivitas perekonomian, seperti kantor dan pasar, justru berisiko sangat tinggi dalam penularan COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts