Penumpang ‘Meroket’, KAI Beberkan Situasi Rapid Test Di Stasiun Senen
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penumpang kereta api melonjak tajam menjelang Idul Adha. PT KAI lantas mengungkap bagaimana situasi rapid test yang sudah bisa dilakukan di Stasiun Senen saat ini.

WowKeren - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membeberkan lonjakan tajam pemudik jelang Idul Adha yang berangkat dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (30/7) pagi. KAI juga turut mengungkapkan bagaimana situasi pelayanan rapid test yang kini sudah bisa dilakukan penumpang di Stasiun Senen.

Seperti yang diketahui, para penumpang yang ingin menggunakan jasa layanan transportasi umum seperti kereta, pesawat, hingga bus memang wajib menunjukkan surat keterangan bebas virus corona (COVID-19). Surat ini bisa berupa hasil rapid test ataupun swab test.

KAI lantas mengatakan jika peminat rapid test di Stasiun Senen sangatlah tinggi. Saat ini, sudah ada 150 orang yang mendaftar untuk melaksanakan rapid test sebelum keberangkatan mereka. Tingginya angka penumpang yang memilih rapid test di stasiun diduga karena harganya yang lebih terjangkau ketimbang di rumah sakit.

”Jadi kalau kita bicara rapid test, minatnya cukup tinggi ya, memang ini kerjasama PT KAI dengan PT Rajawali,” kata Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Eva Chairunisa Stasiun Senen, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Detik pada Kamis (30/7). “Sejauh ini memang cukup tinggi peminat.”

”Karena memang mungkin harganya lebih terjangkau hanya Rp85.000 dan kemudian lebih memudahkan,” sambungnya. “Kalau hari ini per pukul 10.00 WIB ada 150 orang (pemudik) yang rapid test.”


Stasiun Senen bahkan mencatatkan adanya sekitar 600 orang yang melaksanakan rapid test pada Rabu (29/7) kemarin. KAI turut membeberkan dari hasil rapid test yang dilakukan hari ini, belum ada satu penumpang pun yang mendapatkan hasil reaktif atau terindikasi virus corona.

”Belum ada yang reaktif,” ujar Eva. “Kemudian kalau terkait dengan ada yang reaktif apa tidak, memang dari pihak klinik yang ada di sana akan melakukan rekomendasi.”

Meski tidak ditemukan penumpang dengan hasil reaktif, Eva tetap mengimbau para penumpang kereta agar disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19 baik di stasiun ataupun di gerbong. Diantaranya adalah dengan menerapkan physical distancing, memakai masker, dan selalu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Terakhir, KAI berpesan kepada calon penumpang yang berminat melakukan rapid test di stasiun agar tidak melakukan tes di hari pemberangkatan. Hal ini bertujuan agar penumpang tidak ketinggalan kereta mengingat banyaknya orang yang mengantre.

”Yang perlu kamu ingatkan bagi para pengguna jasa ataupun calon pengguna yang memilih melakukan rapid test dengan menggunakan fasilitas di stasiun ini,” pesan Eva. “Mohon untuk tidak, sebaiknya tidak melakukan proses rapid test itu pada saat hari yang bersamaan dengan keberangkatan KA nya.”

”Karena ada kasus di mana, calon pengguna yang kemudian tertinggal KA tidak terkejar, karena kan memang ada proses antrean, butuh waktu, seperti itu,” sambungnya. “Apalagi kalau kita lihat cukup tinggi minat masyarakat atau calon pengguna yang melakukan rapid test di stasiun. Yang kedua, dipastikan sudah memiliki kode booking seperti itu.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts