Waspada! Positivity Rate Corona di RI Hampir 3 Kali Lipat Standar WHO
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Positivity rate menggambarkan laju penularan virus Corona penyebab COVID-19. Sehingga semakin tinggi berarti makin mudah pula virus itu menginfeksi orang lain.

WowKeren - Perkembangan wabah virus Corona di Indonesia boleh dibilang semakin parah dengan tambahan kasus nyaris 2 ribu setiap harinya. Tingginya angka kasus positif yang dilaporkan setiap harinya ini tentu berbanding lurus dengan nilai positivity rate atau tingkat penularannya yang ternyata hampir tiga kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menyebut positivity rate Indonesia mencapai 13,3 persen, meningkat 1,3 persen bila dibandingkan dengan kondisi pada awal Juli 2020. Namun, sebagai informasi, saat ini WHO menetapkan standar indeks positivity rate COVID-19 di kisaran 5 persen sesuai rerata global.

"13,3 persen ini lebih tinggi dari standar WHO yaitu 5 persen," jelas Wiku di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (30/7). "Jadi ini adalah peringatan perlunya kewaspadaan bagi kita bersama, kita harus mampu menurunkan tingkat penularan yang ada di masyarakat."

Sebagai informasi lagi, positivity rate didapat dari perhitungan jumlah tes dibagi dengan jumlah hasil tes konfirmasi positif. Dan saat ini Indonesia biasanya mencapai 30 ribu tes dalam sehari, dengan rerata jumlah kasus yang terkonfirmasi di kisaran 1.500 sampai 2 ribu.


"Pemerintah terus mengupayakan kapasitas testing untuk dapat memenuhi standar minimal pemeriksaan WHO," tutur Wiku, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (31/7). "Yaitu seribu per satu juta penduduk tiap minggu."

Tak hanya itu, jumlah zona merah di Indonesia juga mengalami peningkatan. Berdasarkan pernyataan resmi Wiku, jumlah zona merah di Indonesia pada pekan ini mencapai 53, dengan 18 diantaranya baru bertambah sepekan ke belakang.

Oleh karenanya, Wiku mengimbau supaya masyarakat terus memantau kondisi wilayahnya melalui laman resmi Satgas COVID-19. Namun selain itu, tentu saja masyarakat harus semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

"Dalam rangka menyambut perayaan Idul Adha, mohon agar masyarakat dapat mengakses kondisi daerahnya," ujar Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 itu. "Sesuai zonasi risiko yang menjadi bahan informasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts