Joe Biden Kritik Trump Soal Usulan Tunda Pilpres AS: Dia Takut Kalah
Dunia

Sebelumnya, Trump melontarkan usulan ini ketika berbagai pihak mulai membicarakan kemungkinan menggelar pemilu dengan sistem mail-in atau pos di tengah pandemi virus corona.

WowKeren - Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengkritik Presiden Donald Trump karena mengatakan tidak akan mempercayai hasil pilpres yang dilakukan dengan metode pemilu dengan mail-in demi mencegah penularan COVID-19. Biden menilai Trump sengaja mengutarakan hal demikian dengan maksud mengalihkan perhatian dari kegagalannya sendiri.

"Dia (Trump) menyarankan kita harus menunda pemilihan, penuh dengan kebohongan terang-terangan tentang bagaimana surat suara masuk adalah penipuan, dan bagaimana itu sangat mengerikan," kata Biden.

"Dia menyerukan segala upaya untuk mengeksploitasi pandemi ini untuk tujuan politik. Itu mengalihkan perhatian dari kegagalan totalnya," ujar Biden.

Tanpa bukti, Trump telah berulang kali mengklaim peningkatan pemungutan suara melalui surat akan penuh dengan penipuan. Partai Demokrat mengkhawatirkan bahwa hal itu mengindikasikan bahwa Trump tidak akan menerima hasil pemilihan presiden pada November mendatang jika dia kalah.


Usulan Trump untuk menunda pemilu AS akibat pandemi COVID-19 sendiri langsung ditolak mentah-mentah oleh Senat. Sebelumnya, Trump melontarkan usulan ini ketika berbagai pihak mulai membicarakan kemungkinan menggelar pemilu dengan sistem mail-in. Dengan sistem ini, warga akan menerima kertas suara yang dikirimkan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka kemudian mengisi surat suara tersebut dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Gagasan Trump ini langsung menuai kecaman karena secara tradisi, AS selalu menggelar pemilu pada hari Selasa pertama setelah 1 November, yang pada tahun ini jatuh di tanggal 3 November.

Petahana dari Partai Republik tersebut dikritik karena secara hukum, presiden AS tak dapat mengubah waktu pemilu. Dalam konferensi pers setelah kicauan tersebut, Trump lantas membela diri.

"Apakah saya ingin mengubah tanggalnya? Tidak. Namun, saya tidak mau melihat pemilu yang cacat. Pemilu ini akan menjadi yang paling curang sepanjang sejarah jika terjadi," ucap Trump.

Meski Trump mengatasnamakan keselamatan warga AS, para lawan politik menganggap sang Presiden mengutarakan gagasan tersebut karena popularitasnya saat ini kian turun dibanding pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden. Trump sendiri menuliskan kicauan di Twitter hanya berselang beberapa menit setelah data kuartal kedua 2020 menunjukkan ekonomi AS turun 32,9 persen.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts