Ledakan Besar di Beirut Lebanon Diduga Buntut Konflik Israel dan Hizbullah, Benarkah?
Dunia
Ledakan Besar Beirut

Sejumlah pihak mengaitkan ledakan mahadahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon, hingga menewaskan 70 lebih orang merupakan buntut konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah. Bagaimana kenyataannya?

WowKeren - Ibu Kota Lebanon, Beirut, tengah menjadi sorotan internasional. Sebab pada Selasa (4/8) malam waktu setempat, sebuah ledakan sangat masif terjadi di dekat pelabuhannya hingga menyebabkan 70 orang lebih meninggal dunia dan ribuan lainnya terluka parah.

Beragam hipotesis soal penyebab ledakan terungkap ke publik. Seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menduga kuat ledakan terjadi akibat serangan bom, hingga beberapa warga Lebanon yang menuding Israel, yang lantas "dibalas" dengan tuduhan serupa terhadap kelompok Hizbullah yang merupakan "musuh abadi" negara tersebut.

Lantas bagaimana faktanya? Rupanya baik Israel maupun Hizbullah membantah semua tudingan tersebut.

Dilansir dari Times of Israel, seorang berpangkat tinggi di Hizbullah membantah bahwa serangan itu berasal dari Israel, seperti disampaikan kepada OTV Lebanon. "Tidak benar soal rumor bahwa (ledakan berasal) dari serangan Israel ke Hizbullah," ujar sumber tersebut.


Israel pun mendukung pernyataan anggota senior Hizbullah ini. Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengaku yakin dengan investigasi sementara Lebanon soal penyebab ledakan, yakni karena kecelakaan penyimpanan sejumlah besar bahan peledak.

Namun Israel tampaknya masih bersikeras meyakini Hizbullah lah yang bertanggung jawab atas peristiwa pedih ini. Mantan Kepala Keamanan Nasional Israel, Yaakov Amidror, menduga ledakan merupakan wujud kelalaian Hizbullah dalam memproduksi bahan peledak.

Sementara pengamat situasi Lebanon, David Daoud, menduga Israel maupun Hizbullah tak ada kaitan dengan ledakan ini. Sebab tidak ada keuntungan bagi kedua pihak apabila terjadi eskalasi ketegangan, meski semua masih belum jelas.

"Saya tidak yakin ini karena serangan udara, rasanya tidak mungkin karena kita tahu bagaimana permainan Israel dan Hizbullah. Kalau Israel benar melakukan ini, maka jelas adalah pernyataan perang," kata Daoud, dilansir pada Rabu (5/8). "Tapi ini semua masih belum jelas."

Pemerintah Lebanon sendiri menyatakan ledakan terjadi karena kelalaian penyimpanan nyaris 3 ribu ammonium nitrat di dekat Pelabuhan Beirut selama 6 tahun belakangan. Lebanon pun bersumpah akan mencari oknum yang mesti bertanggung jawab atas peristiwa mengerikan ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts