Tewaskan 800 Orang di Dunia, Konten Hoaks Corona Ternyata Menjamur di Indonesia
Health

Peneliti menyatakan setidaknya ada 800 orang yang meninggal akibat terpapar kabar hoaks COVID-19. Terungkap konten hoaks ini banyak ditemukan salah satunya di Indonesia.

WowKeren - Dampak hoaks tentang wabah virus Corona ternyata tak bisa dipandang sebelah mata. Studi terbaru menyebut ada sekitar 800 orang di seluruh dunia yang meninggal akibat menyerap misinformasi terkait pandemi COVID-19.

Mirisnya lagi, belakangan terungkap bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang dibanjiri konten hoaks semacam ini. "Sebagian besar rumor, stigma, dan teori konspirasi diidentifikasi dari India, Amerika Serikat, Tiongkok, Spanyol, Indonesia, dan Brazil," terang para peneliti lewat jurnal yang diterbitkan American Journal of Tropical Medicine and Hygiene.

Data ini didapat dari tim peneliti yang mengikuti serta memeriksa rumor, stigma, dan teori konspirasi yang beredar di platform online. Mereka melakukan analisis deskriptif terhadap informasi dari situs web agen pengecekan fakta, Facebook, Twitter, dan surat kabar daring, serta meneliti bagaimana dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Informasi ini dihimpun dari 31 Desember 2019 sampai 5 April 2020.


"Kami melakukan analisis konten artikel berita ke membandingkan dan membedakan data yang dikumpulkan dari sumber lain," tutur para peneliti, dikutip dari Kumparan, Senin (17/8). "Kami mengidentifikasi 2.311 laporan rumor, stigma, dan konspirasi teori dalam 25 bahasa dari 87 negara."

Peneliti mendapati sekitar 2.276 informasi soal COVID-19 yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Setidaknya sekitar 82 persen diantaranya (1.856 berita) adalah klaim yang salah, kemudian 204 berita lain adalah informasi yang benar, 176 merupakan informasi yang salah, serta 31 lainnya adalah klaim tak terbukti.

Situasi itu membuat para peneliti mendesak agar lembaga internasional, pemerintah, hingga platform media sosial untuk melawan hoaks yang beredar. Hal ini pun selaras dengan semangat Presiden Joko Widodo yang mendesak agar media tak lagi mengedepankan clickbait dalam menyampaikan informasi.

"Semestinya perilaku media tidak dikendalikan untuk mendulang klik dan menumpuk jumlah like," kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8) kemarin. "Tapi seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan kepentingan bangsa."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait