Rusia Klaim Vaksin COVID-19 Sputnik V Bisa Lindungi Tubuh Selama 2 Tahun
Russian Direct/Alexander Zemlianichenko
Dunia

Direktur Gamaleya dr. Alexander Gintsburg mengatakan jika mungkin saja perlindungan yang diberikan oleh Sputnik V bisa lebih lama dari waktu yang diperkirakan, yakni 2 tahun.

WowKeren - Institut Riset Nasional Gamaleya Rusia telah mengembangkan vaksin COVID-19 yang bernama Sputnik V. Vaksin ini diklaim mampu memberikan perlindungan pada tubuh selama dua tahun.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Gamaleya dr. Alexander Gintsburg dari Moskow, Rusia, dalam paparan media secara virtual di Jakarta, Kamis (20/8). Kendati demikian, ia mengungkap bisa saja jangka perlindungannya mungkin akan lebih lama.

"Vaksin yang dihadirkan saat ini juga akan melindungi individu (yang divaksin) dari COVID-19," ujar dia dilansir Antara, Jumat (21/8). "Setidaknya, dalam jangka waktu dua tahun, dan mungkin saja lebih lama.

Sputnik V dikembangkan dengan basis penelitian terhadap human adenovirus yang juga digunakan dalam pengembangan vaksin ebola di Republik Guinea. Respons imun pada vaksin ebola berlangsung selama dua tahun, dan inilah yang menjadi tolok ukur pada Sputnik V.

dr. Denis Logunov selaku Wakil Direktur Kinerja Ilmiah Institut Gamaleya mengatakan jika serentetan uji klinis telah dilakukan untuk vaksin itu. Ia mengklaim jika uji klinis menunjukkan hasil yang baik tanpa efek samping.


Atau jika seandainya ada efek samping, bukan hal yang serius. "Vaksin Sputnik V adalah vaksin yang mempunyai dua komponen, yakni serotipe adenovirus 26 (Ad26) dan serotipe adenovirus 5 (Ad5)," kata dia.

Pemerintah Rusia telah memberikan izin untuk vaksin Gamaleya ini. Menindaklanjuti izin ini, Gamaleya akan menggelar uji klinis lanjutan yang melibatkan 40.000 orang relawan.

"Terlepas dari hal itu, sertifikat izin ini mewajibkan kami untuk menjalankan uji klinis lanjutan yang lebih luas," ujar Logunov. "Dan nampaknya kami mempunyai protokol besar untuk 40.000 orang peserta."

Uji klinis lanjutan ini akan mengkaji kemanjuran, imunogenisitas (proses memicu respons imun), dan keamanan vaksin Sputnik V. Ke-40 ribu peserta tersebar di lebih dari 45 pusat kesehatan Rusia.

Sementara itu, klaim vaksin ini sendiri tak lepas dari hujanan kritik. Banyak pihak meragukan Sputnik V telah melalui serangkaian pengujian yang diperlukan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait