Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mencatat bahwa angka kasus baru virus corona (COVID-19) saat ini mayoritas berasal dari usia muda dibandingkan lansia.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 24 Agustus 2020 - 08:03 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, mengatakan penyebaran virus corona di usia di bawah 40 tahun empat kali lebih besar dibandingkan pada usia 65 tahun. Kendati demikian, Veran tetap memperingatkan rantai penularan pada usia lanjut dan kelompok rentan masih terus meningkat.
"Kami sedang berada di situasi yang berisiko," kata Veran dalam wawancaranya dengan tabloid Prancis, Le Journal du Dimanche (JDD) yang dipublikasikan Minggu (23/8) waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Reuters.
Pada Sabtu (22/8) Prancis melaporkan 3.602 kasus baru infeksi virus corona. Jumlahnya sedikit lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun pada awal pekan ini jumlah kasus harian mencapai titik tertingginya di masa pasca karantina nasional.
Jumlah pasien yang masuk rumah sakit dan membutuhkan perawatan unit gawat darurat naik turun. Veran mengatakan terjadi penularan lintas generasi, antara usia 2 hingga 40 tahun dengan kelompok lanjut usia. "Langkah baru akan segera diberlakukan," tegasnya.
Ia menambahkan sumber wabah saat ini berasal dari pesta dan pertemuan besar yang tidak mematuhi peraturan pembatasan sosial, yang kebanyakan diikuti oleh kaum muda. Berbeda dari wabah yang terjadi pada awal musim panas lalu yang berasal dari tempat kerja.
Veran mengatakan di banyak kasus penularan terjadi karena orang muda yang membawa virus hanya mengalami gejala ringan atau tidak merasakan gejala sama sekali. Kepolisian Paris bersiap membubarkan selebrasi pertandingan sepak bola yang mungkin terjadi pada Minggu malam.
Veran juga menambahkan meningkatnya jumlah kasus infeksi yang terkonfirmasi tidak semata-mata karena semakin banyak tes yang dilakukan. Seperti Presiden Emmanuel Macron, ia juga mengabaikan opsi untuk melakukan karantina nasional total untuk menahan laju penyebaran virus.
Namun ia mengatakan tindakan lokal dapat diterapkan di wilayah Prancis atau negara lain yang jumlah kasus infeksinya meningkat. "Ini bukan pengeculian Prancis, ini dinamika Eropa," tambahnya.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa kasus baru COVID-19 saat ini mayoritas berasal dari usia muda dibandingkan lansia. Hal ini diungkap oleh Direktur regional WHO untuk Eropa, Dr Hans Kluge.
"Kami menerima laporan dari beberapa otoritas kesehatan tentang proporsi infeksi baru yang lebih tinggi di antara kaum muda," kata Kluge.
Kluge mengklaim banyak generasi muda yang justru terlena dan menganggap pelanggaran lockdown sebagai momen mereka untuk menikmati liburan dan menggelar pesta. WHO bahkan telah menerima laporan dari otoritas sipil dan kesehatan mengenai proporsi kasus baru yang lebih tinggi di kalangan anak muda.
"Memang kita semua hanya sekali menikmati masa muda. Tetapi lebih mudah bagi orang tua seperti saya untuk tetap tinggal di rumah. Tetapi harus diingat kalau pandemi ini membuat kita berpikir kalau kamu hanya punya kesempatan hidup sekali dan hanya ada satu keluarga," katanya.
Kluge juga mengingatkan agar semua orang tidak berpuas diri apabila kasus COVID-19 di negaranya mengalami penurunan atau pelonggaran lockdown. Ia mengatakan pelonggaran lockdown justru membuat banyak orang terlena dan lebih santai, maka tak mengherankan jika terjadi kenaikan jumlah infeksi.
(wk/luth)