ASI dikhawatirkan menjadi media penularan COVID-19 dari ibu ke bayinya. Namun belakangan kekhawatiran ini sudah dibantah, bahkan ASI dilaporkan mengandung antibodi untuk melawan COVID-19.
- Elvariza Opita
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:41 WIB
WowKeren - Pandemi menyebabkan banyak ibu hamil dan menyusui positif COVID-19 khawatir bisa menularkan virus yang menginfeksinya kepada sang bayi. Namun belum lama ini hasil riset menunjukkan ASI tak mampu menularkan virus Corona.
Dan ternyata tak hanya itu, ASI rupanya juga mengandung antibodi infeksi virus Corona. Antibodi ini ditemukan pada perempuan menyusui yang sudah sembuh dari COVID-19.
Temuan menakjubkan ini dikonfirmasi oleh peneliti di Rumah Sakit Anak Emma UMC, Amsterdam yang bekerja sama dengan Bank ASI Belanda dan Utrecht University. Dan sebagai efeknya, sebanyak 5 ribu ibu menyusui dilaporkan berkenan mendonorkan ASI mereka demi keperluan pengentasan wabah COVID-19.
Diteliti lebih lanjut, antibodi yang dimaksud merupakan senyawa glikoprotein yang dibentuk secara alami oleh tubuh untuk melawan infeksi, termasuk virus Corona. Menakjubkannya, antibodi ini bisa bertahan di dalam ASI bahkan setelah dipasteurisasi, dan tetap mana dikonsumsi orang lain sesudahnya.
"Setelah meminum susu, antibodi menempel pada permukaan selaput lendir. Di sana mereka menyerang partikel virus sebelum memasuki tubuh," ujar Hans van Goudoever, salah satu peneliti yang juga merupakan Kepala RS Anak Emma, dikutip dari NL Times, Selasa (25/8).
Namun tentu saja temuan ini masih harus diteliti lebih lanjut, terutama untuk memastikan apakah ASI bisa menjadi alternatif solusi dalam menyembuhkan pasien COVID-19. Goudoever menyebut saat ini rumah sakitnya tengah mengajak para perempuan untuk menyumbangkan ASI demi melakukan penelitian lanjutan.
Pihak rumah sakit menyebut membutuhkan setidaknya seribu pendonor, baik perempuan yang tidak terinfeksi COVID-19 atau terinfeksi tanpa gejala. Dan temuan mengesankan ini rupanya membuat warga Belanda antusias untuk terlibat, terbukti dari 5 ribu ibu menyusui yang berkenan mendonorkan ASI-nya.
"Luar biasa. Peneliti kami sangat antusias dengan respons yang luar biasa," ujar juru bicara rumah sakit kepada AD.
Sebelumnya para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego dan Universitas California Los Angeles menegaskan bahwa virus yang terdapat pada seorang perempuan menyusui tak akan ditularkan kepada bayinya. Hal ini terbukti dari salah satu sampel ASI yang menunjukkan positif RNA virus, namun ternyata tidak ditemukan bereplikasi sehingga tak bisa menginfeksi bayi yang disusui.
(wk/elva)