Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego dan Universitas California Los Angeles menunjukkan bahwa COVID-19 tak dapat tertular melalui air susu ibu (ASI).
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 22 Agustus 2020 - 18:13 WIB
WowKeren - Virus corona (COVID-19) diketahui dapat menjangkit siapa saja, termasuk ibu hamil dan baru melahirkan yang masih perlu memberikan ASI kepada anaknya. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan, apakah COVID-19 dapat ditularkan melalui ASI atau tidak?
Penelitian terbaru pun lantas menunjukkan bahwa para ibu tidak perlu khawatir menularkan COVID-19 kepada buah hati mereka saat menyusui. Adapun penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego dan Universitas California Los Angeles, serta telah dipublikasikan dalam JAMA edisi online.
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 64 sampel ASI dikumpulkan oleh Mommy Milk Human Milk Research Biorepository untuk diteliti. Puluhan sampel ASI tersebut diambil dari 18 wanita di seluruh Amerika Serikat yang terinfeksi virus corona (COVID-19).
Hasil tes satu sampel ASI menunjukkan positif RNA virus. Namun dalam tes selanjutnya ditemukan bahwa virus tidak dapat bereplikasi, sehingga tak dapat menyebabkan infeksi pada bayi yang disusui.
"Deteksi RNA virus tidak sama dengan infeksi. Ia harus tumbuh dan berkembang biak agar dapat menular dan kami tidak menemukannya dalam sampel," terang Profesor Kedokteran Anak, Christina Chambers, PhD, MPH. "Penemuan kami menunjukkan bahwa ASI sendiri kemungkinan besar bukan sumber infeksi bagi bayi."
Meski demikian, para ibu direkomendasikan untuk selalu menjaga kebersihan tangan dan mensterilkan peralatan pompa ASI setelah digunakan. Ini dilakukan sebagai antisipasi penularan COVID-19 saat menyusui.
"Dengan tidak adanya data, selama ini beberapa wanita yang terinfeksi COVID-19 memilih untuk tidak menyusui sama sekali," jelas Kepala Divisi Penyakit Menular di UCLA Mattel, Grace Aldrovandi, MD. "Kami berharap hasil dan penelitian kami di masa mendatang akan memberikan kepastian yang dibutuhkan wanita untuk menyusui. ASI memberikan manfaat yang tak ternilai bagi ibu dan bayi."
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum menyatakan adanya penularan aktif terdeteksi melalui aktivitas menyusui. WHO menyebut kecil kemungkinan COVID-19 akan ditularkan melalui aktivitas menyusui atau memberikan ASI dari ibu yang positif atau diduga terkena COVID-19. Mereka menganjurkan para ibu yang menyusui untuk melakukan upaya kebersihan diri untuk mengurangi kemungkinan droplet tersebar pada bayinya.
(wk/Bert)