Dibuka Kembali, Amerika Serikat Kini 'Panen' Klaster Kampus
Dunia
Pandemi Virus Corona

Amerika Serikat saat ini tengah 'panen' kasus baru COVID-19 yang berasal dari klaster kampus. Banyak kasus baru corona bermunculan usai sejumlah universitas dibuka kembali.

WowKeren - Sejumlah universitas di Amerika Serikat, kembali dibuka sejak beberapa minggu lalu. Sayangnya, pembukaan kampus tersebut rupanya justru menyebabkan lonjakan kasus baru COVID-19.

Dikutip dari Reuters, pada Senin (24/8) lalu, University of Alabama melaporkan lebih dari 550 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 sejak pembelajaran tatap muka kembali dibuka pada 19 Agustus. Sebagian besar orang yang terinfeksi adalah mahasiswa dan staf di gedung utama kampus di Tuscaloosa.

Terkait "peningkatan dramatis" virus corona di universitas, Wali Kota Tuscaloosa mengeluarkan perintah untuk menutup bar selama 14 hari ke depan dan melakukan pembatasan untuk sejumlah tempat. "Banyak mahasiswa yang dites positif COVID-19 memilih pulang untuk isolasi," kata Wakil Rektor Universitas Bidang Komunikasi, Kelle Reinhart kepada Reuters.

Reinhart mengatakan sekolah memiliki "banyak ruang" bagi mahasiswa yang dikonfirmasi positif COVID-19 untuk diisolasi dan itu meningkatkan pengujian berbagai kelompok. Pihak universitas sendiri telah melaksanakan lebih dari 46.000 tes dan positivity rate-nya mencapai sekitar 1 persen.


Perlu diketahui, angka positif tersebut tak termasuk 400 mahasiswa yang dinyatakan positif setelah kembali ke University of Alabama sebelum kelas dimulai pada minggu lalu. Meski demikian, Alabama bukan satu-satunya wilayah yang sedang berjuang melawan COVID-19 di universitas.

University of Southern California (USC) akhirnya melanjutkan pembelajaran secara online pada 17 Agustus, usai mengungkapkan lebih dari 100 mahasiswa menjalani karantina selama 14 hari di University Park Campus, Los Angeles, setelah terpapar virus.

"Kesehatan Mahasiswa USC telah menerima peringatan peningkatan angka kasus COVID-19 pada mahasiswa di komunitas University Park Campus," kata universitas dalam pernyataannya. "Seluruh kasus yang berkaitan dengan murid di luar lingkungan kampus."

Sementara itu, Ohio State University yang kembali melanjutkan kelas pada Selasa (25/8), mengeluarkan lebih dari 200 penangguhan sementara untuk mahasiswa, menyusul sejumlah pesta besar yang digelar tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan University of North Carolina di Chapel Hill memutuskan untuk membatalkan kelas setelah kasus positif COVID-19 meningkat drastis.

Di Negeri Paman Sam sendiri telah melaporkan total kasus COVID-19 hampir 6 juta. Dengan jumlah kematian 182.404 dan pasien yang sembuh ada lebih dari 3,2 jura orang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts