Total kasus COVID-19 di negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi itu mencapai 3,2 juta lebih, sekitar 1,5 juta di antaranya dilaporkan pada bulan ini.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 27 Agustus 2020 - 09:01 WIB
WowKeren - India melaporkan lebih dari 67 ribu kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor harian tertinggi kedua yang pernah dicatat oleh negeri yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi tersebut, sekaligus menjadikan India sebagai negara dengan jumlah angka infeksi COVID-19 tertinggi se-Asia.
Total kasus COVID-19 di negara Asia Tengah itu mencapai 3,2 juta lebih, sekitar 1,5 juta di antaranya dilaporkan pada bulan ini. Pada Rabu (26/8), Kementerian Kesehatan India juga melaporkan dalam 24 jam terakhir ada 1.059 pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Sehingga total kasus kematian di negara itu menjadi 59.449 jiwa.
Selama dua pekan terakhir rata-rata India melaporkan 60 ribu kasus baru per hari. Angka tertingginya terjadi pada 19 Agustus dengan 69.652 kasus. Pada Senin (24/8) dan Selasa (25/8) turun menjadi sekitar 61 ribu per hari tapi naik lagi pada Rabu.
Kendati demikian, Kementerian Kesehatan India mengatakan angka kesembuhan mereka kini mencapai 76 persen. Sementara, angka kematian hanya 1,84 persen.
Pelonggaran lockdown disinyalir menjadi pemicu utama lonjakan kasus COVID-19 di India. Demi membangkitkan perekonomian, negara yang berpopulasi 1,4 miliar itu mulai melonggarkan berbagai peraturan pembatasan sosial. Meski masih memberlakukan lockdown di sebagian besar di daerah yang angka penularannya tinggi, namun langkah tersebut dinilai kurang efektif.
Salah satu kawasan terpadat di India, Mumbai, telah mencatat jumlah kasus rata-rata di atas 1.000 per hari. Kasus infeksi virus corona di kawasan metropolitan tersebut bahkan telah mencapai lebih dari 134 ribu.
Hingga kini, India sendiri menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi ketiga di dunia. Peningkatan jumlah kasus tersebut menempatkan India menjadi negara dengan kasus terbesar ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan Brasil.
Sedangkan secara global, tercatat ada lebih dari 24,3 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia, dengan 829,541 angka kematian. Ada lebih dari 16,8 juta pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini kasus aktif COVID-19 menyentuh angka 6,628,715 orang.
(wk/luth)