Korsel Temukan Mutasi Baru COVID-19 di Tengah Melonjaknya Kasus Infeksi
Dunia

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) menyebut bahwa galur atau mutasi virus ini paling umum terjadi di Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah.

WowKeren - Otoritas kesehatan Korea Selatan memperingatkan soal peningkatan mutasi galur (strain) virus corona (COVID-19) di tengah melonjaknya kasus baru di negara tersebut. Disebutkan bahwa galur ini paling umum terjadi di Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah.

Dilansir dari Republika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), jenis mutasi COVID-19 yang melanda Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah semakin banyak ditemukan.

Namun, para pejabat menambahkan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mutasi itu bersifat lebih menular. Sementara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Selatan telah mendeteksi galur GH dari virus tersebut. Galur ini paling umum terjadi di Amerika Utara, Eropa, dan Timur Tengah.

Otoritas kesehatan Korea Selatan sendiri pertama kali menemukan jenis ini pada April. Pejabat di pusat kendali penyakit menambahkan bahwa jenis mutasi menyumbang 77,4 persen dari 685 pasien yang diperiksa.

Korea Selatan mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah kasus COVID-19, yang meningkatkan tekanan pada pemerintah Presiden Moon Jae-in untuk memberlakukan pembatasan ketat guna membendung penyebaran virus.


“Sudah sekitar seminggu sejak kami menerapkan skema jarak sosial tingkat kedua. Belum ada keputusan kapan kebijakan tingkat ketiga akan diberlakukan,” kata Jeong Eun-kyeong, direktur KCDC.

Otoritas kesehatan meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk pasien virus corona. Sedikitnya 320 kasus dilaporkan pada Rabu (26/8), mayoritas berasal dari klaster gereja.

"Tapi, jika kita gagal dalam membendung penyebaran virus minggu ini dan menerapkan skema tingkat ketiga, akan ada konsekuensi yang signifikan. Ini bukan hanya masalah pasien baru. Akan ada dampak besar pada masyarakat dan ekonomi,” tambah Eun-kyeong.

Jumlah kematian negara itu naik menjadi 312 setelah dua pasien kehilangan nyawa akibat COVID-19. Tingkat kematian di Korea Selatan mencapai 1,71 persen, sementara jumlah tes telah mencapai 1.849.506 sejak 3 Januari.

Sejauh ini, Korea Selatan telah melaporkan total 18.265 kasus. Ibu Kota Seoul dan Provinsi Gyeonggi melaporkan jumlah kasus terbanyak. Dari total kasus, pasien berusia 60 tahun ke atas mencapai lebih dari 40 persen.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait