Gedung Putih Kerahkan 1000 Pasukan Garda Nasional Tangani Demo Penembakan Jacob Blake di Wisconsin
Dunia

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Donald Trump telah memberikan perintah untuk mengerahkan hampir 1.000 pasukan Garda Nasional untuk membantu menangani kerusuhan di Wisconsin.

WowKeren - Gedung Putih mengatakan bahwa mereka telah membantu menangani demonstrasi di kota Kenosha, Negara Bagian Wisconsin, akibat insiden penembakan Jacob Blake. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberikan perintah untuk mengerahkan hampir 1.000 pasukan Garda Nasional.

"Presiden Trump mengecam kekerasan dalam semua bentuk dan percaya kami harus melindungi semua warga Amerika dari kekacauan dan anarki," juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany.

Keterangan itu disampaikan setelah Departemen Kehakiman mengatakan secara terpisah bahwa pihaknya mengerahkan lebih dari 200 petugas penegak hukum ke kota Kenosha. "Kami membantu Wisconsin mengerahkan hampir 1.000 Garda Nasional dan lebih 200 personel penegak hukum federal, yang termasuk FBI dan para pejabat hukum AS," lanjut McEnany.

Demonstrasi di Kenosha sendiri berujung ricuh saat ratusan demonstran ditertibkan oleh petugas kepolisian. Bentrokan pecah antara sekelompok pengunjuk rasa dan polisi. Pengunjuk rasa menembakkan kembang api, sementara petugas penegak hukum meresponsnya dengan menembakkan peluru karet.

Sebuah rekaman video yang diposting secara daring memperlihatkan ketika suara tembakan terdengar, orang-orang berlarian di jalanan Kenosha, Wisconsin. Video itu juga menunjukkan orang-orang yang terluka tergeletak di tanah.

Di sisi lain, insiden penembakan seorang warga kulit hitam Jacob Blake di kawasan Kenosha, Wisconsin, AS, oleh dua orang polisi kulit putih kini tengah menjadi sorotan global. Diketahui, Blake ditembak sebanyak tujuh kali di bagian punggung oleh aparat kepolisian.


Usai insiden tersebut, Blake langsung diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee dalam kondisi kritis. Blake yang berada dalam kondisi kritis selesai menjalani operasi pengangkatan peluru pada Selasa sore waktu setempat. Laporan terbaru menyatakan bahwa Blake diprediksi bakal lumpuh seumur hidup jika nyawanya berhasil diselamatkan.

Video penembakan Blake sendiri telah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dua petugas polisi yang hanya berjarak satu atau dua langkah dari Blake. Salah satu petugas mengikuti Blake yang melangkah menuju mobil.

Blake terlihat berjalan dari trotoar di sekitar bagian depan mobil ke pintu sisi pengemudi saat petugas mengikutinya dengan senjata mengarah dan berteriak padanya. Saat Blake membuka pintu dan bersandar di mobil, seorang petugas menarik kemejanya dari belakang dan melepaskan tembakan. Sedangkan ketiga anak Blake berada di dalam mobil dan menyaksikan insiden tragis tersebut.

Polisi mengaku dipanggil ke lokasi karena ada pertikaian rumah tangga, tetapi tidak jelas apa yang terjadi sebelumnya. Pria yang mengaku merekam penembakan itu, Raysean White (22), mengatakan bahwa dia melihat Blake berkelahi dengan tiga petugas dan mendengar mereka berteriak "Jatuhkan pisaunya! Jatuhkan pisaunya!" sebelum bunyi tembakan. Dia mengatakan tidak melihat pisau di tangan Blake.

Namun jaksa agung negara bagian itu mengatakan para penyelidik menemukan sebuah pisau dari kabin mobil di samping sopir ke arah mana Jacob Blake mencondong saat dia ditembak di punggung oleh polisi.

Insiden ini langsung menyebabkan gelombang demonstrasi besar-besaran. Gubernur Wisconsin, Tony Evers, bahkan memanggil Garda Nasional untuk menghentikan gelombang demonstrasi yang terus berlanjut. Sebanyak 125 anggota pasukan akan ditempatkan di Kenosha. Mereka diminta untuk menjaga infrastruktur dan memastikan semua orang berada dalam kondisi aman.

Langkah ini dilakukan setelah pengunjuk rasa melakukan aksi bakar mobil. Tak hanya itu, peserta demonstran juga memecahkan jendela sejumlah bangunan dan terlibat dalam bentrokan dengan petugas anti-huru hara.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts