Thailand melaporkan kasus positif COVID-19 perdana setelah 100 hari bebas dari pasien baru wabah tersebut. Otoritas setempat menyebut yang terinfeksi adalah seorang narapidana.
- Elvariza Opita
- Jumat, 04 September 2020 - 13:45 WIB
WowKeren - Thailand sempat diklaim sebagai negara paling aman untuk dikunjungi selama wabah COVID-19. Bahkan dalam 100 hari terakhir Negara Gajah Putih sudah tak lagi melaporkan kasus baru, khususnya dari transmisi lokal.
Namun rekor itu akhirnya bubar ketika Thailand mengonfirmasi kasus baru virus Corona. "Ini adalah transmisi lokal pertama setelah kami melewati 100 hari (tanpa kasus positif)," ujar Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Suwanchai Wattanayingcharoenchai, dilansir dari AFP, Jumat (4/9).
Lebih detail dijelaskan, penderita COVID-19 yang baru dikonfirmasi ini adalah seorang pria yang bekerja sebagai disk jockey alias DJ. Namun saat ini ia sedang mendapat vonis hukuman penjara selama 2 tahun karena penyalahgunaan narkoba.
Pria itu pun mendekam di penjara di Bangkok dan kini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit karena virus yang menginfeksinya. Media lokal Thailand menyebut ada sekitar 30 orang yang melakukan kontak lokal dengan pria tersebut sebelum akhirnya dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu (2/9) kemarin.
Selain itu, sang penderita COVID-19 juga dijelaskan pernah bekerja sebagai DJ di berbagai bar di sekitar Bangkok sebelum divonis penjara pada 26 Agustus 2020 silam. Ia juga pernah bekerja di lokasi turis backpacker di Jalan Khao San.
Thailand memang sudah kembali menuju era kehidupan normal karena pandemi COVID-19 di negara itu relatif terkendali. Beberapa tempat umum seperti bar dan restoran pun mulai kembali dipenuhi pengunjung. Pun sama dengan transportasi umum yang mulai beroperasi seperti biasanya.
Sementara itu, pada pertengahan Agustus 2020 kemarin, Thailand dinobatkan sebagai negara yang paling aman dikunjungi selama pandemi COVID-19. Startup perjalanan berbasis di Berlin, Tourlane, mendapatkan hasil ini usai menganalisis sejumlah parameter seperti jam sinar matahari per hari, tingkat pengendalian COVID-19, hingga kepadatan penduduknya.
Namun di sisi lain, Thailand juga menjadi salah satu negara yang ekonominya paling terguncang akibat wabah COVID-19. Bahkan pertumbuhan ekonomi Negara Pagoda terkontraksi begitu parah, sampai 12,2 persen dan menjadi yang terburuk dalam 20 tahun. Pasalnya Thailand bergantung pada sektor pariwisata untuk perekonomiannya yang tentu saja sangat terdampak oleh pandemi.
(wk/elva)