Pemerintah Korea Selatan, partai berkuasa, Partai Demokrat Korea, dan Ikatan Dokter Korea (Korean Medical Association, KMA) telah melakukan perundingan sepanjang malam sejak Kamis (3/9).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 September 2020 - 19:21 WIB
WowKeren - Aksi mogok kerja yang dilakukan sekitar 16 ribu dokter magang dan residen di Korea Selatan akhirnya berakhir pada Jumat (4/9) siang waktu setempat. Sebelumnya, ribuan dokter di Korsel mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap beberapa rencana pemerintah.
Salah satu hal yang memicu aksi mogok kerja ini adalah rencana pemerintah Korsel untuk meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran sampai lebih dari 4 ribu orang dalam tempo 10 tahun ke depan. Sementara itu, Ikatan Dokter Korea (Korean Medical Association, KMA) mengatakan Korsel sudah punya lebih dari cukup tenaga dokter.
Kekinian, pemerintah Korsel, partai berkuasa, Partai Demokrat Korea, dan KMA melakukan perundingan sepanjang malam sejak Kamis (3/9). Kesepakatan tentang kebijakan medis publik pun dapat tercapai dan aksi mogok kerja bisa dihentikan.
Partai Demokrat Korea dan KMA telah menandatangani surat kesepakatan pelaksanaan perjanjian kebijakan di gedung Partai Demokrat Korea pada Jumat pagi waktu setempat. Melansir KBS News, surat kesepakatan tersebut berisi janji pemerintah untuk menghentikan pembahasan tentang peningkatan kuota mahasiswa kedokteran dan pendirian sekolah kedokteran publik hingga kondisi pandemi corona menjadi stabil.
Tim pembahas pun akan dibentuk untuk membicarakan kembali rencana peningkatan kuota mahasiswa kedokteran tersebut dengan terbuka terhadap semua kemungkinan. Selain itu, Partai Demokrat Korea juga berjanji untuk berupaya menyediakan anggaran yang cukup demi memperbaiki kualitas medis, memberikan bantuan keuangan serta administrasi untuk memperbaiki kondisi kerja para dokter.
Sementara itu, pemerintah dan KMA pun menandatangani kesepakatan yang menyatakan bahwa para dokter akan menghentikan aksi mogok kerja. Dengan demikian, aksi mogok kerja yang dimulai sejak 21 Agustus 2020 lalu ini telah resmi berakhir dalam waktu dua pekan.
Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan 198 kasus harian virus corona pada Kamis (3/9). Ini berarti, kasus COVID-19 harian di Korsel turun di bawah angka 200 untuk pertama kalinya dalam dua minggu terakhir.
Adapun total jumlah kasus positif COVID-19 di Negeri Ginseng tersebut kini telah mencapai 20.842 pasien. Dari jumlah tersebut, 15.783 pasien dinyatakan telah sembuh dan 331 orang dilaporkan meninggal dunia. Jumlah kasus COVID-19 aktif di Korsel pun kini mencapai 4.728 pasien.
(wk/Bert)